Jakarta, IDN Times - Temuan dokumen ilmiah di platform Social Science Research Network (SSRN) mengungkap dugaan adanya upaya untuk menominasikan Presiden Prabowo Subianto sebagai penerima Nobel tahun 2026. Di dalam dokumen yang bisa diunduh oleh publik, Prabowo diajukan sebagai penerima Nobel perdamaian lewat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dokumen yang ditemukan di platform SSRN berjudul 'Free Meal Program by The National Nutrition Agency Building Smart Business for Food Security Industry and Indonesia's Economic Growth.' Salah satu penulis utama dari paper tersebut adalah Dian Damayanti, akademisi dari Universitas Borobudur. Nama Prabowo turut dicantumkan sebagai penulis di dalam dokumen tersebut.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Hasan Nasbi mengatakan, ia belum pernah melihat dokumen yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut. Meski belum pernah melihat, Hasan menyatakan, naskah itu bukan berasal dari pemerintah.
"Saya belum pernah melihat itu (dokumen yang diunggah di platform SSRN). Tapi, kayaknya bukan dari pemerintah," ungkap Hasan usai menghadiri pertemuan presiden dengan 150 periset BRIN di Istana Kepresidenan pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Mengutip dari akun media sosial resmi Nobel, ada enam jenis penghargaan Nobel, termasuk bidang perdamaian. Para penerima Nobel diumumkan di waktu yang berbeda. Sedangkan, penerima Nobel Perdamaian bakal disampaikan pada 9 Oktober 2026.
Berikut lima hal mengenai Nobel yang perlu kami ketahui.
