Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
TNI AL Kirim 2 Kapal Perang, 230 Korban KM Mutiara Berhasil Dievakuasi
Prnyelamatan setelah Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Santosa 2 terbakar di Perairan Utara Sumenep, Madura, Minggu (2/8/2026). (Istimewa)
  • KMP Mutiara Sentosa 2 rute Surabaya-Makassar terbakar di perairan utara Sumenep pada 2 Agustus 2026. Sebanyak 230 korban dievakuasi, dengan lima meninggal dunia dan 41 masih dicari.
  • TNI AL mengerahkan KRI Bung Hatta-370, KRI Nala-363, serta pesawat Casa untuk operasi SAR. KRI Nala mengevakuasi 32 korban, sementara unsur lain melanjutkan pertolongan.
  • Menko AHY menyatakan pemerintah akan menyelidiki penyebab kebakaran. Laporan awal menyebut kapal laik berlayar dan jumlah penumpang sesuai manifes, sementara kondisi cuaca juga akan diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kapal Mutiara Sentosa 2 terbakar di laut dekat Sumenep, Madura. Kapal ini membawa 271 orang. TNI AL mengirim dua kapal perang dan pesawat untuk menolong. Sebanyak 225 orang selamat, tetapi lima orang meninggal. Sekarang masih ada 41 orang yang dicari. Pemerintah juga akan mencari tahu kenapa kapal terbakar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - TNI Angkatan Laut (AL) mengerahkan dua kapal perang, yakni KRI Bung Hatta-370 KRI Nala-363 dan pesawat udara Casa U-6206, untuk membantu mengevakuasi penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Sumenep, Madura.

Kapal motor penyeberangan itu terbakar pada Minggu, 2 Agustus 2026 sekitar pukul 06.00 WIB. Saat ini, setidaknya lima orang meninggal dunia dalam insiden tersebut.

"Hingga proses evakuasi berlangsung, sebanyak 230 korban berhasil diselamatkan dan lima korban dinyatakan meninggal dunia," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama Tunggul, dalam keterangan pers, Senin (3/8/2026).

Operasi evakuasi besar-besaran dilakukan untuk menyelamatkan penumpang. Ada 11 kapal yang melintas di perairan tersebut, dan bahu-membahu menolong korban. Salah satu kapal yang ikut membantu proses evakuasi adalah Kapal Meratus Project 3.

Mereka tiba di titik lokasi kapal motor yang terbakar sekitar pukul 09.45 WIB. Namun, Kapal Meratus Project 3 tak bisa langsung merapat ke badan KMP Mutiara Sentosa 2. Alasannya karena kapal tersebut tengah membawa dan mengangkut muatan yang sangat mudah terbakar.

Tunggul menjelaskan KRI Nala-363 melaksanakan evakuasi lanjutan terhadap korban dari KM Meratus Project 3, MV Icon Daniel dan MT Trans Arafura.

"Total korban yang berhasil dievakuasi oleh KRI Nala-363 yang berjumlah 32 orang. Mereka terdiri dari 30 korban selamat dan dua korban meninggal dunia," tutur dia.

Dari ke-32 orang itu diketahui 18 individu dalam kondisi sehat dan 12 orang lainnya mengalami keluhan medis. Dua orang meninggal dunia.

1. KRI Nala-363 membawa 32 korban ke posko pusat krisis di Koarmada II Surabaya

TNI Angkatan Laut (AL) mengerahkan dua kapal laut dan satu pesawat udara Casa U-6206 untuk mengevakuasi korban KM Mutiara Sentosa 2. (Dok. TNI AL)

Lebih lanjut, kata Tunggul, pukul 01.40 dini hari tadi semua korban yang dievakuasi KRI Nala-363 bertolak menuju ke posko pusat krisis di Koarmada II Surabaya. Mereka ditangani tim medis di posko krisis.

"Sementara, KRI Bung Hatta-370 tetap berada di lokasi kejadian untuk melakukan pengawasan dan pengamanan," kata dia.

Hingga berita ini ditayangkan, kata Tunggul, seluruh unsur TNI AL masih melakukan proses evakuasi dan pertolongan terkait insiden kebakaran di kapal.

"Pengerahan unsur-unsur tersebut merupakan wujud kesiapsiagaan TNI AL dalam merespons kondisi darurat di laut, dan memberikan bantuan kemanusiaan lewat operasi Search and Rescue (SAR) demi keselamatan para penumpang dan awak kapal motor Mutiara Sentosa 2," tutur dia.

Tunggul menambahkan keterlibatan TNI AL merupakan implementasi nyata dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP) yang diperintahkan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL), Laksamana TNI Muhammad Ali.

2. KMP Mutiara Sentosa 2 mengangkut 271 penumpang

TNI Angkatan Laut (AL) mengerahkan dua kapal laut dan satu pesawat udara Casa U-6206 untuk mengevakuasi korban KM Mutiara Sentosa 2. (Dok. TNI AL)

Kapal rute Surabaya–Makassar tersebut dilaporkan mengangkut 271 orang (person on board/POB), terdiri dari 180 penumpang dan 40 kru kapal berdasarkan pembaruan data SAR, Minggu, 2 Agustus 2026. Hingga pukul 15.15 WIB, tim SAR gabungan bersama belasan armada penolong telah berhasil mengevakuasi 230 korban.

Rinciannya, sebanyak 225 orang ditemukan dalam kondisi selamat, sedangkan lima orang meninggal dunia. Saat ini, masih terdapat 41 penumpang yang belum terevakuasi dan terus dicari.

"Data terakhir, korban terevakuasi 230 dari 271. Dengan kondisi korban selamat 225 dan kondisi meninggal dunia lima orang," kata Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit, kepada media, kemarin.

Nanang menambahkan kelima jenazah korban yang ditemukan masih berada di atas armada penolong sebelum ditransfer ke darat. "Lima orang memang kondisi meninggal dan saat ini masih ada di dalam beberapa kapal yang melaksanakan evakuasi," tutur dia.

3. Menko AHY mendapat laporan KMP Mutiara Sentosa 2 laik digunakan

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) beri pembekalan Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang Kementerian Transmigrasi di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (29/7/2026). (dok. Kementras)

Isu ini turut menjadi perhatian Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hal ini lantaran Kementerian Perhubungan berada di bawah koordinasinya.

AHY mengatakan, berdasarkan laporan awal yang diterimanya, seluruh proses evakuasi penumpang dan awak kapal telah dilakukan dengan melibatkan tim SAR dan kapal patroli.

"Kementerian Perhubungan sudah menyampaikan bahwa semua sudah dievakuasi dan bekerja sama dengan tim SAR serta kapal patroli. Mudah-mudahan semua penumpang dan awak kapal dalam kondisi baik dan sehat," ujar AHY di Kabupaten Bangkalan.

AHY mengatakan, pemerintah akan meluncurkan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Menurut dia, laporan awal yang diterima menyebutkan kapal dalam kondisi layak berlayar dan jumlah penumpang sesuai manifes.

"Kami akan luncurkan investigasi penyebab insiden itu. Berdasarkan laporan yang kami terima, kapal layak jalan dan sesuai manifes. Cuaca juga akan kami pastikan," tutur dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article