Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

TOP 5: Formasi Jumbo Wantimpres Prabowo hingga Ijazah Gibran Setara SMK

3 min read
TOP 5: Formasi Jumbo Wantimpres Prabowo hingga Ijazah Gibran Setara SMK
Proses pelantikan Dewan Pertimbangan Presiden RI (Wantimpres) di Istana Merdeka, Jakarta. (Youtube/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo melantik 26 anggota Wantimpres melalui Keppres 107/P 2026, dengan Pratikno sebagai ketua, Hatta Rajasa wakil ketua, dan M. Qodari sekretaris.

  • Kemendikdasmen menyatakan pendidikan menengah Gibran Rakabuming Raka setara SMK bidang akuntansi dan keuangan, berdasarkan verifikasi administratif serta kajian substantif dalam sidang MK.

  • Prabowo menunjuk Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Bakom menggantikan Qodari; sementara data pribadi yang diklaim terkait Menkomdigi Meutya Hafid disebut beredar dan diperjualbelikan Rp2 ribu.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sejumlah berita politik dan pemerintahan menjadi perhatian pembaca pada Jumat (2/10/2026), mulai dari pelantikan 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) hingga keterangan pemerintah mengenai penyetaraan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Selain itu, pergantian Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), aturan mengenai jumlah anggota Wantimpres, hingga klaim beredarnya data pribadi Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid turut menjadi sorotan. Berikut rangkuman lima berita tersebut yang disusun dalam Top 5 News IDN Times.

  1. 1. Prabowo lantik 26 anggota Wantimpres, termasuk Rocky Gerung dan Quraish Shihab

    Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (2/10/2026). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2026.

    Pratikno ditunjuk sebagai Ketua Wantimpres, sedangkan Hatta Rajasa menjadi Wakil Ketua dan M. Qodari sebagai Sekretaris. Sejumlah nama turut masuk dalam susunan baru tersebut.

    Baca selengkapnya di sini!

  2. 2. Kemendikdasmen menyatakan pendidikan menengah Gibran setara SMK

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan, pendidikan menengah yang ditempuh Gibran Rakabuming Raka dinilai setara dengan jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya program keahlian akuntansi dan keuangan.

    Keterangan tersebut disampaikan dalam sidang Mahkamah Konstitusi pada Jumat (2/10/2026). Penilaian dilakukan melalui verifikasi administratif dan kajian substantif yang membandingkan hasil belajar di luar negeri dengan struktur kurikulum serta standar kompetensi dalam sistem pendidikan nasional.

    Baca selengkapnya di sini!

  3. 3. Syahganda Nainggolan dilantik jadi Kepala Bakom menggantikan Qodari

    Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), sementara Fadli Hartono dilantik sebagai wakilnya di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

    Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Kepala dan Wakil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah. Syahganda menggantikan M. Qodari yang sebelumnya dilantik sebagai Kepala Bakom pada 27 April 2026.

    Baca selengkapnya di sini!

  4. 4. Jumlah Wantimpres Prabowo jadi 26 orang, terbanyak dibanding era sebelumnya

    Presiden Prabowo Subianto melantik 26 anggota Wantimpres, jumlah yang lebih besar dibandingkan susunan Wantimpres pada pemerintahan sebelumnya.

    Pada era Susilo Bambang Yudhoyono, Wantimpres beranggotakan sembilan orang, sedangkan pada masa pemerintahan Joko Widodo jumlahnya mencapai 11 orang. Meski demikian, Undang-Undang Nomor 64 Tahun 2024 tidak menetapkan batas angka tertentu untuk jumlah anggota Wantimpres.

    Baca selengkapnya di sini!

  5. 5. Data pribadi Menteri Meutya Hafid diklaim beredar dan bisa dibeli Rp2 ribu

    Kreator konten sekaligus analis keamanan siber Namsun Bert alias Mr Bert mengklaim menemukan data pribadi yang disebut berkaitan dengan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid.

    Data yang ditampilkan disebut mencakup foto KTP, informasi keluarga, hingga informasi yang diklaim sebagai password. Narsum mengatakan, bagian sensitif dari data tersebut ditutupi untuk menjaga privasi Meutya.

    Baca selengkapnya di sini!

Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More