Jakarta, IDN Times - Indikator Politik Indonesia membantah beredarnya rilis hasil survei berjudul "Laporan Survei Nasional Kondisi Ekonomi, Sosial, Politik, dan Pemerintahan" yang dilakukan pada 14-24 Juli 2026. Bantahan tersebut disampaikan melalui situs resmi Indikator Politik Indonesia.
Dalam rilis hasil survei yang menyebut-nyebut sebagai lembaga Indikator yang ditulis dalam 240 halaman lebih itu, memaparkan hasil survei mulai dari kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, elektabilitas calon presiden dan wakil presiden, sosok kandidat yang berpotensi maju pada Pemilu 2029.
Ada juga survei tentang dampak ekonomi Indonesia akibat konflik Timur Tengah, program prioritas pemerintah Prabowo seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes), hingga efek politik bergabungnya mantan Presiden Joko "Jokowi" Widodo di Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Di hari yang sama, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono membantah anggapan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat anggaran negara habis sehingga mengorbankan sektor lain, termasuk perbaikan sekolah.
Menurut Sudaryono, berbagai program pemerintah tetap berjalan bersamaan dengan pelaksanaan MBG. Ia mencontohkan ketersediaan pupuk yang kini mencukupi, adanya potongan harga pupuk sebesar 20 persen, hingga revitalisasi jaringan irigasi yang terus meningkat anggarannya.
Dua berita di atas ditayangkan pada Rabu (29/7/2026) bersama berita-berita menarik lainnya di kanal News IDN Times. Untuk mengetahui selengkapnya, berikut dirangkum dalam Top 5 News IDN Times.
