Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Viral Persekusi di Taman Kramat Pulo, Ini 8 Cara Cegah Bullying pada Anak

Viral Persekusi di Taman Kramat Pulo, Ini 8 Cara Cegah Bullying pada Anak
ilustrasi bullying (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kasus dugaan perundungan terhadap anak berinisial MWP di Jakarta Pusat viral setelah videonya tersebar, membuat korban mengalami kejang dan tidak sadarkan diri.
  • Artikel menyoroti dampak psikologis serius akibat bullying serta pentingnya pencegahan sejak dini melalui keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial anak.
  • Ditekankan sepuluh langkah pencegahan seperti edukasi antibullying, komunikasi terbuka, pengawasan media sosial, kerja sama orang tua–sekolah, hingga kebijakan pemerintah yang tegas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kasus dugaan perundungan terhadap anak berinisial MWP (6) menjadi sorotan setelah videonya beredar di media sosial. Kejadian yang berlangsung di Taman Kramat Pulo, Jakarta Pusat, pada Minggu malam, 7 Juni 2026, memperlihatkan korban diduga mengalami tindakan persekusi oleh dua anak lainnya. Akibatnya, korban dilaporkan sempat kejang dan tidak sadarkan diri usai insiden tersebut. 

Dikutip dari jurnal "Upaya Pencegahan Bullying di Sekolah" karya Ayu Widya Rahma yang terbit dalam Jurnal Hukum dan Pembangunan Ekonomi Volume 10 Nomor 2 Tahun 2022, selain trauma psikis, korban bullying berisiko mengalami trauma psikologis. 

Trauma psikologis ini biasanya ditandai dengan perubahan perilaku, gangguan emosional, keluhan fisik, hingga keengganan bersekolah. Dalam jangka panjang, korban dapat tumbuh menjadi pribadi yang kurang percaya diri, antisosial, dan sulit mempercayai orang lain. 

Oleh sebab itu, pencegahan perlu dilakukan sejak awal, baik di lingkungan keluarga maupun di sekolah. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu mencegah bullying pada anak. 


1. Tingkatkan pemahaman anak tentang bullying

Kasus Bullying Anak Viral, Ini 8 Cara Mencegah Bullying pada Anak
ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/sofatutor)

Salah satu langkah penting untuk mencegah bullying adalah memberikan pemahaman kepada anak mengenai berbagai bentuk perundungan, baik yang terjadi secara fisik, verbal, sosial, maupun di dunia digital. Dilansir dari laman resmi Unicef, pemahaman tersebut dapat membantu anak mengenali tindakan bullying yang dialami dirinya maupun orang lain.

2. Bangun komunikasi dengan anak

Kasus Bullying Anak Viral, Ini 8 Cara Mencegah Bullying pada Anak
Ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Julia M Cameron)

Selain itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka dan rutin dengan anak agar mereka merasa nyaman untuk bercerita mengenai pengalaman, aktivitas di sekolah, maupun interaksi di media sosial. Dengan begitu, tanda-tanda perundungan dapat diketahui dan ditangani lebih dini. 


3. Ajarkan anak menjadi teladan yang positif

Kasus Bullying Anak Viral, Ini 8 Cara Mencegah Bullying pada Anak
ilustrasi orang tua dan anak (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Orang tua juga dapat menanamkan nilai-nilai positif melalui contoh perilaku sehari-hari, karena anak cenderung meniru sikap dan tindakan yang mereka lihat dari lingkungan terdekatnya, termasuk saat berinteraksi di dunia digital.

Selain itu, ajarkan juga kepada anak untuk bersuara ketika orang lain diperlakukan tidak adil. Dengan begitu, jika anak-anak melihat ada perilaku bullying di lingkungan mereka, maka mereka membela korban.


4. Bangun kepercayaan diri anak

Kasus Bullying Anak Viral, Ini 8 Cara Mencegah Bullying pada Anak
Ilustrasi komunitas anak muda (Pexels.com/fauxels)

Untuk mencegah bullying, orang tua juga bisa membantu anak untuk membangun kepercayaan diri. Dilansir dari laman resmi Unicef, caranya bisa dengan mengikuti kelas atau kegiatan yang anak sukai. Hal ini dapat membantu anak lebih percaya diri dan menambah teman dengan minat yang sama. 


5. Perkuat pengawasan penggunaan media sosial

Kasus Bullying Anak Viral, Ini 8 Cara Mencegah Bullying pada Anak
Ilustrasi tampilan media sosial (pexels.com/Brian Ramirez)

Pengawasan media sosial menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah bullying. Dikutip dari buku Mencegah Bullying dan Kekerasan di Sekolah karya Eogenie Lakilaki dkk., paparan kekerasan di media sosial dapat menormalisasi perilaku tersebut. 

Sehingga, orang tua juga harus turut mengawasi anak dalam menggunakan media sosial seperti game, meme, video viral, dan influencer yang mempromosikan kekerasan verbal atau fisik secara tidak langsung.


6. Bangun kerja sama antara orang tua, sekolah, dan anak

Kasus Bullying Anak Viral, Ini 8 Cara Mencegah Bullying pada Anak
ilustrasi diskusi guru dan orang tua siswa (pexels.com/juniordeveloper)

Dikutip dari Buku Saku Stop Bullying Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), pencegahan bullying perlu dilakukan melalui kerja sama antara siswa, orang tua, dan guru. 

Orang tua dan sekolah juga perlu menerapkan disiplin tanpa merendahkan martabat anak, baik di rumah maupun di lingkungan pendidikan. Selain itu, orang tua diimbau segera berkoordinasi dengan pihak sekolah apabila anak menjadi korban perundungan agar penanganan dapat dilakukan sejak dini. 


7. Sekolah harus tegas terhadap perilaku bullying

Kasus Bullying Anak Viral, Ini 8 Cara Mencegah Bullying pada Anak
ilustrasi anak dihukum (pexels.com/Monstera Production)

Selain peran keluarga, sekolah juga memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Penyuluh Hukum Ahli Muda Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN), Lisa Noviana menjelaskan, langkah yang bisa dilakukan oleh pihak sekolah adalah memiliki peraturan yang konsisten terhadap perilaku bullying. 

Ia menambahkan, ketika terjadi tindakan bullying, maka pihak sekolah secara tegas harus memberikan sanksi terhadap pelaku sehingga menimbulkan efek jera. 

“Ketika terjadi tindakan bullying, tapi ternyata aturannya tidak diterapkan, maka itu akan dianggap sebagai aturan yang main-main,” ujar Lisa dalam YouTube resmi BPHN.


8. Memberikan pendidikan antibullying dalam kurikulum sekolah

Kasus Bullying Anak Viral, Ini 8 Cara Mencegah Bullying pada Anak
Ilustrasi guru mengajari murid (freepik.com/pressfoto)

Lisa juga menambahkan bahwa sekolah juga harus menambahkan pendidikan antibullying dalam kurikulum atau merekrut pihak luar untuk memberikan edukasi bullying. Hal ini dilakukan agar para siswa menyadari bahwa perilaku ini adalah perilaku yang tidak boleh dilakukan. 

“Jadi menciptakan kesadaran mereka, kesadaran hukum, kemudian empatinya juga gitu,” tambah Lisa. 


9. Masyarakat tidak boleh abai terhadap bullying

Kasus Bullying Anak Viral, Ini 8 Cara Mencegah Bullying pada Anak
Ilustrasi dukungan komunitas (pexels.com/Wilfred Panakkal)

Lisa menambahkan, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah bullying dengan tidak mengabaikan tindakan perundungan yang terjadi di lingkungan sekitar. Selain membantu mengawasi perilaku bullying, komunitas di masyarakat juga dapat memberikan edukasi kepada anak-anak tentang pentingnya tidak melakukan perundungan. 


10. Perkuat upaya pencegahan melalui kebijakan dan pengawasan

Kasus Bullying Anak Viral, Ini 8 Cara Mencegah Bullying pada Anak
ilustrasi korban dan pelaku perundungan atau bullying (IDN Times/Faisal)

Pemerintah memiliki peran penting dalam mencegah perundungan. Dikutip dari Buku Saku Stop Bullying Kemendikbudristek, pencegahan ini dapat dilakukan melalui sosialisasi kebijakan anti-bullying dan satuan pendidikan ramah anak, penyediaan layanan pengaduan, serta pengawasan dan evaluasi secara berkala. 


Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More