Wagub DKI Rano Karno: Jalan Amblas Bisa Terulang, Armco Banyak yang Tua

- Wagub DKI Rano Karno menyoroti kondisi armco tua di Jakarta yang berpotensi menyebabkan jalan amblas seperti di Lenteng Agung, dan meminta dilakukan pemetaan menyeluruh titik rawan.
- Rano menegaskan risiko tinggi pada saluran di bawah rel kereta api, sehingga diperlukan skenario penanganan dan metode perbaikan khusus seperti pengeboran atau jacking.
- Jalan Raya Lenteng Agung arah Depok sempat amblas sedalam 3-4 meter namun telah diperbaiki dalam lima hari, kini sudah bisa dilalui dengan kondisi dinilai sangat baik.
Jakarta, IDN Times - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengatakan, perlu ada pemetaan atau inventarisir armco yakni gorong-gorong atau pipa baja yang biasa digunakan untuk saluran air. Hal ini merupakan respons dari amblasnya jalan di Lenteng Agung arah Depok. Seperti diketahui, sinkhole di Lenteng Agung muncul karena kondisi armco yang dianggap tak layak karena sudah berusia tua dan tak lagi mampu menahan beban jalan. Menurut Rano, hal seperti ini bisa saja terulang karena banyak armco yang berada di jalan-jalan Jakarta.
"Saya waktu ditanya di mana, saya bilang tidak memungkiri di Jakarta akan terjadi lagi (jalan amblas) karena banyak sekali armco-armco di Jakarta juga pada kondisi yang sama (yaitu) lama, tua, pasti keropos. Kalau besi bahkan kalau dari PDAM saya pernah dikasih tahu, 100 tahun pipa air kita tidak berganti. Jadi artinya, makanya tadi saya baru tanya sudah mulai belum diinventarisir titik-titik mana (berpotensi) terjadi," kata Rano kepada wartawan di Lenteng Agung, Selasa (2/6/2026).
1. Potensi risiko pada saluran yang berada di bawah rel kereta api

Dia menyoroti potensi risiko pada saluran yang berada di bawah rel kereta api, dan meminta langkah antisipasi disiapkan sejak dini. Menurut dia, pemerintah perlu memiliki skenario penanganan jika terjadi masalah pada infrastruktur tersebut, meski saat ini belum ada kejadian yang mengharuskan tindakan langsung.
“Problemnya ini, salurannya ada di bawah rel kereta api. Pertanyaannya, kalau misal terjadi sesuatu di bawah rel kereta api gimana caranya? Itu tadi saya tanya. Saya gak mau nutup-nutupin dan bukan berarti kita harus takut, tapi artinya kita mengantisipasi. Karena kalau terjadi itu bagaimana caranya," kata Rano.
2. SDA telah memetakan titik-titik di Jakarta yang menggunakan sistem armco

Rano menjelaskan, penanganan saluran yang berada di bawah rel kereta api tidak dapat dilakukan dengan metode penggalian biasa, karena konstruksinya terhubung langsung ke waduk. Karena itu, upaya perbaikan kemungkinan harus dilakukan melalui metode pengeboran atau jacking yang membutuhkan persiapan teknis khusus.
Menurut Rano, Dinas Sumber Daya Air (SDA) telah memetakan titik-titik di Jakarta yang menggunakan sistem aramco. Namun, dia menegaskan, pemerintah belum dapat melakukan eksekusi atau perbaikan sebelum ditemukan kondisi yang benar-benar memerlukan tindakan.
"Artinya, alhamdulillah dari Dinas Sumber Daya Air sudah me-mapping Jakarta yang menggunakan aramco itu di mana saja sih, mudah-mudahan itu sudah ter-mapping, tapi memang kita gak bisa langsung eksekusi kalau memang belum terjadi apa-apa, itu intinya," kata dia.
3. Jalan sempat ditutup dan kini sudah bisa dilalui

Jalan Raya Lenteng Agung (arah Depok) sempat amblas sedalam 3-4 meter yang memicu munculnya fenomena sinkhole. Kerusakan tersebut dipicu oleh saluran air di bawah jalan yang materialnya sudah berkarat dan rapuh, sehingga tidak mampu menahan bobot jalan dan kendaraan di atasnya.
Pemerintah DKI Jakarta menutup sementara Jalan Raya Lenteng Agung arah Depok mulai 1 Juni pukul 14.00 WIB hingga 2 Juni pukul 05.00 WIB untuk perbaikan jalan amblas.
"Saya sangat surprise, dalam waktu 5 hari jalan ini sudah bisa dilalui dengan kondisi yang cukup sangat baik. Walaupun tadi saya sampai minta kepada Dinas Bina Marga untuk me-layer lagi dengan aspal tapi dengan melihat begini (pasca-diperbaiki) gak perlu, artinya ini kondisi yang sangat baik," kata Rano.

















