Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Melihat Pesan Sama dari Prabowo untuk Perwira TNI-Polri dan Remaja IPDN

Melihat Pesan Sama dari Prabowo untuk Perwira TNI-Polri dan Remaja IPDN
Presiden Prabowo Subianto (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Prabowo menyampaikan pesan serupa kepada 1.177 perwira remaja TNI-Polri dan 1.204 Pamong Praja Muda IPDN: mengabdi kepada rakyat, bangsa, dan negara.
  • Ia menyoroti pengalaman kedua angkatan membantu penanganan bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara sebagai bekal untuk hadir saat rakyat kesulitan.
  • Prabowo menekankan integritas, penolakan korupsi dan pelanggaran hukum, serta kesetiaan tanpa loyalitas sempit dengan berpegang pada Pancasila dan UUD 1945.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan yang hampir serupa kepada perwira remaja TNI-Polri dan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026. Dalam dua agenda berbeda itu, Prabowo menekankan pentingnya pengabdian kepada rakyat, integritas, serta kesetiaan kepada bangsa dan negara.

Pesan pertama disampaikan saat memimpin Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI-Polri Tahun 2026 di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026. Sementara, pesan serupa kembali disampaikan ketika melantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).

Di hadapan 1.177 perwira remaja TNI-Polri, Prabowo mengaku bangga karena angkatan tersebut telah memiliki pengalaman terjun langsung membantu masyarakat saat bencana melanda Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara pada 2025. Menurutnya, pengalaman itu menjadi bekal penting dalam menjalankan tugas sebagai aparat negara.

"Saya gembira bahwa angkatan ini terlibat langsung dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. Kita adalah tentara dan polisi rakyat. Kesulitan rakyat akan menjadi kesulitan saudara," ujar Prabowo.

Pesan yang hampir sama kembali disampaikan kepada para Pamong Praja Muda IPDN. Prabowo mengingatkan lulusan IPDN juga pernah turun langsung membantu penanganan bencana di Aceh selama satu bulan. Pengalaman tersebut dinilai mencerminkan semangat pengabdian sejak masih menjalani pendidikan.

"Bahkan sesungguhnya, saudara-saudara, anak-anakku semua, kalian telah memilih siap berkorban jiwa dan ragamu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hidupmu penuh dengan tuntutan dari bangsa dan negara. Saudara harus menjadi pamong praja yang hadir ketika rakyat sedang menghadapi kesulitan," kata dia.

"Saudara harus menjadi pelita harapan, saudara harus menjadi tonggak dukungan dan kepemimpinan bagi masyarakat. Saudara-saudara sekalian, saudara adalah angkatan pamong praja yang telah ikut turun langsung selama satu bulan membantu menangani bencana di Aceh," sambungnya.

Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan antarinstitusi negara. Dia mengingatkan perwira TNI dan Polri agar tidak memiliki loyalitas yang sempit, melainkan mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok.

"TNI dan Polri adalah dua institusi yang vital bagi kelangsungan hidup negara. TNI dan Polri harus kuat, TNI dan Polri harus profesional, TNI dan Polri harus bersama-sama menjaga bangsa Indonesia. Jangan ada loyalitas korps yang sempit. Integritas adalah kehormatan seorang perwira," tegas Prabowo.

Pesan mengenai kesetiaan juga disampaikan kepada para lulusan IPDN. Prabowo mengajak para pamong praja mencintai seluruh rakyat Indonesia, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, ras, maupun kelompok etnis.

"Akhirnya, saya berpesan beberapa hal. Selalu cintai tanah air kita, selalu cintai rakyat kita. Saudara-saudara adalah anak kandung rakyat. Setialah kepada semua rakyat kita, seolah-olah semua rakyat itu adalah orang tuamu," kata dia.

"Pegang teguh Pancasila, jangan punya kesetiaan sempit. Negara kita besar, banyak suku, banyak agama, banyak ras, banyak kelompok etnis, semua satu keluarga. Semua suku adalah saudaramu, semua agama adalah saudaramu, semua ras adalah saudaramu, semua kelompok etnis adalah saudaramu," sambungnya.

Dalam pelantikan perwira TNI-Polri, Prabowo turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan wewenang. Menurutnya, kehormatan seorang perwira ditentukan oleh kejujuran dan kesetiaan kepada rakyat.

"Jangan pernah menyalahgunakan jabatan, jangan pernah tergoda korupsi, penyelewengan. Jangan pernah berkompromi dengan narkoba, judi, atau pelanggaran hukum lainnya. Sekali Saudara mengkhianati rakyat, saat itu pula Saudara kehilangan kehormatanmu," kata dia.

Prabowo juga mengingatkan seluruh perwira TNI dan Polri tidak boleh melupakan asal-usul mereka. Seluruh fasilitas, pendidikan, hingga gaji yang diterima berasal dari rakyat, sehingga pengabdian kepada masyarakat menjadi kewajiban utama.

"Ingatlah selalu, Saudara lahir dari rakyat, dididik dengan uang rakyat. Pakaian yang kau pakai dari ujung kaki sampai ujung kepala adalah dari rakyat. Makanmu dari rakyat, gajimu dari rakyat. Mengabdi selalu untuk rakyat. Jadilah pelindung, pengayom, dan pembela rakyat," ucap Prabowo.

Pesan serupa juga muncul dalam pelantikan Pamong Praja Muda. Prabowo meminta para lulusan IPDN memegang teguh konstitusi dan menjaga cita-cita para pendiri bangsa sebagai pedoman dalam menjalankan tugas pemerintahan.

"Saudara-saudara sekalian, pegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Undang-Undang Dasar 1945 lahir dari pendiri-pendiri bangsa yang mengalami penjajahan ratusan tahun. Karena itu, Undang-Undang Dasar negara kita, yaitu Undang-Undang Dasar 1945, itu adalah murni suara kemerdekaan, murni suara cita-cita pendiri bangsa kita. Jangan pernah khianati pendiri-pendiri bangsa kita," imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More