Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto menjelaskan alasan puluhan ribu peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) masih tetap mengenakan seragam militer, meski format pelatihan telah berganti menjadi bela negara. Menurutnya, hal itu dilakukan agar tak ada lagi penambahan biaya. Di sisi lain, pakaian yang diberikan pihak panitia semua memiliki motif loreng khas militer.
"Nanti kalau kita ganti seragam, nambah biaya lagi. Jadi tetap kita gunakan seragam," ungkap Donny ketika dikonfirmasi, Kamis, 2 Juli 2026.
Sebelumnya, ketika ditemui di Gedung DPR, purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Udara (AU) itu menyebut, semula puluhan ribu calon manajer Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih tersebut akan dijadikan komponen cadangan (Komcad). Komcad merupakan sumber daya nasional yang disiapkan untuk memperkuat komponen utama TNI. Itu sebabnya mereka mendapatkan pendidikan latihan dasar militer.
"Kami sudah sampaikan ke anggota Komisi I DPR untuk merevisi program ini. Yang semula mereka akan menjadi komponen cadangan, kini kami tetapkan bahwa mereka hanya diberikan pembinaan pendidikan pelatihan bela negara," tutur dia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Rabu, 1 Juli 2026.
Sejak format pelatihan diganti jadi bela negara, puluhan ribu calon manajer itu tak lagi menerima materi terkait taktik militer atau senjata.
"Jadi, mereka hanya diberikan pelajaran terkait dengan nasionalisme, terkait dengan patriotisme dan disiplin. Karena mereka mengikuti jadwal harian, yang artinya kan melatih disiplin waktu juga," katanya.
