Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Wamensos: Sekolah Rakyat Harus Beda dari Reguler, Punya Pola Plus Plus

Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono  berpesan kepada 166 Kepala Sekolah Rakyat yang hadir dalam Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat 2026 (dok, Kemensos)
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono berpesan kepada 166 Kepala Sekolah Rakyat yang hadir dalam Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat 2026 (dok, Kemensos)
Intinya sih...
  • Pola baru disebut untuk mempersiapkan siswa menghadapi perubahan zaman
  • Sekolah rakyat harus dievaluasi setiap enam bulan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, menginstruksikan pengelola sekolah rakyat untuk mengembangkan pola pendidikan baru yang berbeda dari sekolah reguler.

Agus menilai instruksi ini diberikan agar lulusan benar-benar siap menghadapi dunia kerja atau melanjutkan ke perguruan tinggi.

"Harus ada bentuk baru, pola baru yang berkualitas, plus plus, yang berbeda dari sekolah reguler sehingga siswa kita didik untuk betul-betul siap ketika mereka lulus dari sekolah menengah atas," kata Agus kepada 166 kepala sekolah rakyat yang hadir dalam Koordinasi Penyelenggaraan Sekolah Rakyat 2026, dikutip dari keterangan pers, Minggu (1/2/2026).

1. Pola baru untuk mempersiapkan siswa menghadapi perubahan zaman

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan yang berlokasi di Sentra Bahagia Medan, Sumatera Utara, Selasa (2/12/2025). (Dok. Kemensos)
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan yang berlokasi di Sentra Bahagia Medan, Sumatera Utara, Selasa (2/12/2025). (Dok. Kemensos)

Menurut Agus, pola baru tersebut diperlukan untuk mempersiapkan siswa menghadapi perubahan zaman. Tujuannya adalah agar siswa dapat menggerakkan roda pemutus kemiskinan setelah lulus.

"Kita harus mempersiapkan anak-anak kita bahwa zaman selalu berubah, selalu berkembang. Sekolah rakyat harus bisa mengasesmen perkembangan zaman sehingga kita bisa mempersiapkan betul apa yang bisa kita ketahui untuk anak-anak," kata dia.

2. Sekolah rakyat harus dievaluasi setiap enam bulan

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan yang berlokasi di Sentra Bahagia Medan, Sumatera Utara, Selasa (2/12/2025). (Dok. Kemensos)
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 2 Medan yang berlokasi di Sentra Bahagia Medan, Sumatera Utara, Selasa (2/12/2025). (Dok. Kemensos)

Agus mengimbau sekolah dan Kementerian Sosial untuk melakukan evaluasi kinerja selama enam bulan terakhir. Menurut dia, evaluasi berfungsi untuk mendeteksi hambatan dan mencari solusi.

“Kementerian Sosial sebagai pengampu bisa melakukan evaluasi selama enam bulan terakhir sekolah rakyat berjalan. Dengan begitu, hambatan bisa segera terdeteksi dan dicari solusinya,” ujar dia.

3. Agus apresiasi kepada kepala sekolah dan pendidik di sekolah rakyat

Wamensos Agus Jabo saat di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas di Sentra Satria, Baturaden, Banyumas, Minggu (16/11/2025). (Dok. Kemensos)
Wamensos Agus Jabo saat di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 13 Banyumas di Sentra Satria, Baturaden, Banyumas, Minggu (16/11/2025). (Dok. Kemensos)

Agus Jabo juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada kepala sekolah, tenaga pengajar, dan tenaga pendidik di sekolah rakyat yang dia sebut sebagai salah satu pilar dalam upaya memutus rantai kemiskinan. Dia mengingatkan agar tidak berpuas diri karena tantangan ke depan akan semakin berat.

"Penghormatan setinggi-tingginya dari saya kepada kepala sekolah, para tenaga pendidik, para guru. Tetapi kita tidak boleh puas diri, karena dunia makin lama makin berat," ucap Agus Jabo.

Share
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

Tambang Mineral Kongo Longsor, Lebih dari 200 Orang Tewas

01 Feb 2026, 11:30 WIBNews