Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Waspada Super Flu, Dinkes DKI Imbau Warga Terapkan Hidup Bersih dan Sehat

ilustrasi flu
ilustrasi flu (freepik.com/benzoix)
Intinya sih...
  • Ani mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat. Tanda-tanda tersebut menjadi indikasi untuk segera mencari pertolongan medis demi mendapatkan penanganan yang tepat.
  • Dinkes DKI Jakarta mencatat tren penurunan kasus Influenza A di wilayahnya sejak puncak kasus terjadi pada Oktober 2025. Penurunan ini juga terjadi untuk kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia secara umum berdasarkan data yang ada.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk memperkuat penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mencegah penularan super flu atau Influenza A H3N2 subclade K.

Imbauan ini menyusul temuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengenai subvarian tersebut yang telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025.

"Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan pakai sabun, mengenakan masker jika sedang sakit, menerapkan etika batuk, menghindari menyentuh area wajah, mencukupi asupan nutrisi seimbang, minum air dua liter sehari, istirahat cukup, dan olahraga teratur," ujar Kepala Dinkes DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, dikutip ANTARA, Minggu (4/1/2026).

1. Kewaspadaan terhadap gejala berat

flu
ilustrasi flu (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ani mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat. Tanda-tanda tersebut menjadi indikasi untuk segera mencari pertolongan medis demi mendapatkan penanganan yang tepat.

"Segera ke fasilitas kesehatan jika keluhan berlanjut dan waspadai tanda-tanda pneumonia dan pneumonia berat seperti napas cepat, tarikan dinding dada ke dalam, saturasi oksigen kurang dari 92 persen," kata Ani.

2. Tren penurunan kasus influenza di Jakarta

ilustrasi virus influenza
ilustrasi virus influenza (unsplash.com/National Institute of Allergy and Infectious Diseases)

Dinkes DKI Jakarta juga mencatat tren penurunan kasus Influenza A di wilayahnya sejak puncak kasus terjadi pada Oktober 2025. Penurunan ini juga terjadi untuk kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia secara umum berdasarkan data yang ada.

Data nasional menunjukkan kasus penyakit mirip influenza (ILI) sempat meningkat hingga 74 persen pada Agustus 2025 yang didominasi Influenza A dengan kecenderungan serupa di Jakarta. Namun, untuk periode Januari hingga Oktober 2025, Jakarta mencatat 1.966.308 kasus ISPA, peningkatan jumlah kasus mulai teridentifikasi sejak Juli 2025.

3. Ada 62 kasus Influenza A di Indonesia

Ilustrasi Flu
Ilustrasi Flu (pexels.com/Karola G)

Sebelumnya, berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing yang diselesaikan pada 25 Desember 2025, Kementerian Kesehatan menyatakan subclade K terdeteksi melalui sistem surveilans. Secara nasional, tercatat 62 kasus Influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan jumlah terbanyak di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.

"Kementerian Kesehatan menegaskan situasi influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia hingga akhir Desember 2025 masih dalam kondisi terkendali dan tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan (dibandingkan influenza lainnya)," ucap Ani.

Share
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari
Follow Us

Latest in News

See More

Mensos Pastikan Bantuan Banjir di Kalimantan Selatan Sama dengan Sumatra

06 Jan 2026, 00:37 WIBNews