Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

263 Jurnalis Palestina Tewas Dibunuh Israel sejak Oktober 2023

2 min read
263 Jurnalis Palestina Tewas Dibunuh Israel sejak Oktober 2023
potret seorang anak membawa bendera Palestina (pexels.com/Hosny Salah)
  • Jumlah jurnalis Palestina yang tewas di Gaza sejak Oktober 2023 mencapai 263 orang setelah Muhammad Abdel Aziz al-Najjar dilaporkan gugur akibat serangan drone Israel.
  • Kantor Media Pemerintah Gaza dan FAPaJ menyerukan kecaman global, perlindungan bagi jurnalis, penyelidikan internasional independen, serta proses hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.
  • Selain korban tewas, 433 jurnalis terluka dan 23 masih ditahan administratif; serangan juga merusak banyak infrastruktur media Gaza dengan kerugian melebihi 800 juta dolar AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times  - Jumlah jurnalis Palestina yang tewas sejak Israel melancarkan genosida di Jalur Gaza telah mencapai 263 orang. Angka tersebut bertambah setelah Muhammad Abdel Aziz al-Najjar gugur akibat serangan drone Israel pada Rabu (30/9/2026), menurut keterangan Kantor Media Pemerintah Gaza. 

  1. 1. Kantor Media Pemerintah Gaza serukan pertanggungjawaban

    Warga Palestina berlari mencari perlindungan saat asap dan api membubung akibat serangan Israel terhadap Masjid Al-Muttaqin di Kota Gaza pad
    Warga Palestina berlari mencari perlindungan saat asap dan api membubung akibat serangan Israel terhadap Masjid Al-Muttaqin di Kota Gaza pada 28 Juli 2026 (AFP/OMAR AL-QATTAA)

    Dilansir Anadolu Agency, Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa mereka mengutuk keras pendudukan Israel yang menargetkan, membunuh, serta melakukan pembunuhan sistematis terhadap jurnalis Palestina. 

    Lembaga itu menyerukan kepada Federasi Jurnalis, Federasi Jurnalis Arab, dan organisasi pers di seluruh dunia untuk mengecam apa yang disebutnya sebagai kejahatan terhadap jurnalis dan pekerja media di Gaza. 

    Kantor tersebut juga mendesak masyarakat internasional untuk memproses kejahatan tersebut di hadapan pengadilan internasional serta membawa pihak-pihak yang bertanggung jawab ke muka hukum.

  2. 2. FAPaJ serukan perlindungan dan proses hukum

    potret demonstrasi pro-Palestina di Kreuzberg, Jerman
    potret demonstrasi pro-Palestina di Kreuzberg, Jerman pada 21 Oktober 2023 (commons.wikimedia.org/Montecruz Foto)

    Pada Senin (28/9), Federasi Jurnalis Asia-Pasifik (FAPaJ) menyatakan sebanyak 262 jurnalis Palestina telah menjadi sasaran dan tewas sejak 2023. Pernyataan itu dikeluarkan dalam rangka Hari Solidaritas Internasional dengan Jurnalis Palestina yang diperingati pada 26 September. 

    Mengutip International Federation of Journalists (IFJ), FAPaJ mendukung seruan Serikat Jurnalis Palestina (PJS) agar para jurnalis Palestina memperoleh perlindungan di lapangan dan pertanggungjawaban melalui pengadilan. 

    FAPaJ juga menyatakan akan bekerja sama dengan IFJ untuk menyediakan dukungan logistik dan medis bagi jurnalis Palestina. Mereka menyerukan proses internasional yang independen dan transparan terkait kematian, luka, serta penahanan jurnalis. 

  3. 3. Ratusan jurnalis terluka dan puluhan masih ditahan

    Tim penyelamat menggali puing-puing untuk mengevakuasi jenazah dari sebuah bangunan yang runtuh di kawasan Tal al-Hawa, Kota Gaza, pada 16 S
    Tim penyelamat menggali puing-puing untuk mengevakuasi jenazah dari sebuah bangunan yang runtuh di kawasan Tal al-Hawa, Kota Gaza, pada 16 September 2026.

    Palestine Chronicle melaporkan, berdasarkan data Kantor Media Pemerintah Gaza, 433 jurnalis lainnya terluka hingga 26 September. Sebanyak 26 jurnalis perempuan termasuk dalam 262 orang yang tercatat meninggal dunia pada saat itu. 

    Kantor media Gaza juga menyebut 50 jurnalis dan pekerja media telah ditangkap sejak Oktober 2023. Sebanyak 23 orang masih dipenjara di bawah penahanan administratif tanpa dakwaan ataupun persidangan. 

    Kerugian finansial sektor media Gaza diperkirakan melampaui 800 juta dolar AS (setara Rp14,29 triliun). Menurut pernyataan Kantor Media Pemerintah Gaza, serangan Israel menghancurkan seluruhnya atau sebagian kantor 12 media cetak dan 23 organisasi media digital serta berdampak pada 12 stasiun radio lokal, 16 saluran televisi dan satelit, dan 27 percetakan. 

    Kerusakan juga terjadi pada kantor lima organisasi yang bekerja untuk melindungi kebebasan pers. Meskipun demikian, para jurnalis di Gaza tetap bekerja di tengah pemadaman listrik, gangguan telekomunikasi, kekurangan bahan bakar, serta kerusakan rumah dan tempat kerja mereka.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More