Jakarta, IDN Times - Pemerintah Turki membatasi akses liputan bagi puluhan jurnalis lokal menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara yang akan digelar Juli 2026. Keputusan menolak akreditasi ini menuai kecaman dari berbagai organisasi pers karena dinilai melanggar prinsip kebebasan media di negara tuan rumah.
Pertemuan tingkat tinggi tersebut semula diharapkan menjadi ajang kolaborasi strategis negara-negara anggota. Namun, pembatasan terhadap wartawan serta penangkapan sejumlah aktivis di ibu kota kini menimbulkan ketegangan baru sebelum acara berlangsung.
