Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Apakah Venezuela Negara Bagian dari Amerika Serikat?

Apakah Venezuela Negara Bagian dari Amerika Serikat?
Bendera Venezuela (pexels.com/Altamart)
Intinya sih...
  • Venezuela adalah negara berdaulat di Amerika Selatan dengan luas wilayah 912.050 km persegi dan garis pantai sepanjang 2.800 km.
  • Ketegangan antara AS-Venezuela meningkat setelah operasi militer AS menangkap Presiden Nicolas Maduro, memicu dampak keamanan, kemanusiaan, dan ketidakpastian politik.
  • Internasional mengutuk serangan AS ke Venezuela, sementara Indonesia memastikan keamanan 37 WNI di sana dan siapkan rencana kontinjensi jika situasi memburuk.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Konflik antara Venezuela dan Amerika Serikat (AS) terbaru tentunya bikin pusing. Pasalnya, AS tiba-tiba menyerang, dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro tanpa perlawanan berarti.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah Venezuela negara bagian Amerika Serikat? Jawabannya, Venezuela bukan negara bagian Amerika Serikat, meskipun Presiden AS Donald Trump mengklaim Washington akan ‘menjalankan’ negara tersebut untuk sementara waktu usai operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Secara hukum internasional, Venezuela tetap merupakan negara berdaulat dan anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Tidak ada ketentuan dalam hukum internasional yang membenarkan suatu negara menjadikan negara lain sebagai bagian wilayahnya melalui intervensi militer atau tekanan sepihak.

1. Dimana itu negara Venezuela?

Apakah Venezuela Negara Bagian dari Amerika Serikat?
potret Caracas, ibu kota Venezuela (unsplash.com/Bona Lee)

Venezuela sendiri merupakan negara yang terletak di ujung utara benua Amerika Selatan. Negara ini berbatasan langsung dengan Laut Karibia dan Samudra Atlantik di utara, Kolombia di barat, Brasil di selatan, serta Guyana di timur. Informasi geografis tersebut tercantum dalam profil resmi Venezuela di CIA World Factbook.

Secara geografis, Venezuela memiliki luas wilayah sekitar 912.050 kilometer(km) persegi dengan bentang alam yang sangat beragam, mulai dari Pegunungan Andes di barat laut, dataran rendah Llanos, hingga kawasan Guiana Highlands di tenggara. Sungai Orinoco, salah satu sungai terbesar di Amerika Selatan, menjadi urat nadi penting bagi kehidupan, transportasi, dan ekonomi regional.

Ibu kota Venezuela adalah Caracas, yang juga berfungsi sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Negara ini memiliki garis pantai Karibia sepanjang sekitar 2.800 km, menjadikannya strategis dalam jalur perdagangan dan pelayaran internasional. Sebagian besar penduduk Venezuela terkonsentrasi di wilayah utara dan barat laut, termasuk kawasan metropolitan Caracas.

Dari sisi sumber daya alam, Venezuela dikenal sebagai salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Minyak bumi selama puluhan tahun menjadi tulang punggung perekonomian nasional, di samping cadangan gas alam, emas, besi, bauksit, serta mineral lainnya. Faktor inilah yang kerap menempatkan Venezuela dalam pusaran kepentingan geopolitik internasional.

2. Ketegangan AS-Venezuela

Apakah Venezuela Negara Bagian dari Amerika Serikat?
Protes warga Venezuela di New York meminta Presiden Nicolas Maduro dibebaskan. (dok. Sonya Michaella)

Ketegangan terbaru meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan operasi militer langsung di Caracas pada Sabtu (3/1/2026). Pemerintah AS menyebut operasi tersebut sebagai misi penegakan hukum, yang berujung pada penangkapan Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores.

Keduanya diterbangkan ke New York dan ditahan di Metropolitan Detention Center, Brooklyn, untuk menghadapi dakwaan federal terkait perdagangan narkotika dan dugaan kerja sama dengan kelompok kriminal yang dikategorikan sebagai organisasi teroris.

Pemerintah Venezuela membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyebut penangkapan Maduro sebagai tindakan penculikan terhadap kepala negara yang sah. Otoritas di Caracas menegaskan Maduro tetap menjabat sebagai presiden, sementara Wakil Presiden Delcy Rodríguez ditunjuk sebagai pemimpin sementara dengan dukungan Mahkamah Agung Venezuela.

Operasi militer AS ini menimbulkan dampak keamanan dan kemanusiaan yang signifikan. Laporan media internasional menyebut puluhan orang tewas, termasuk anggota militer, aparat keamanan, serta warga sipil. Gangguan listrik dan jaringan komunikasi juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Caracas.

Ketidakpastian politik pun meningkat tajam. Presiden Trump menyatakan, Amerika Serikat tidak akan segera mendorong pemilu baru di Venezuela dan memilih bekerja sama dengan sisa pemerintahan untuk menekan perdagangan narkotika serta melakukan restrukturisasi sektor minyak. Pernyataan ini memicu kekhawatiran global terkait masa depan kedaulatan Venezuela.

Di sisi ekonomi, eskalasi konflik berpotensi memperparah krisis yang telah berlangsung selama bertahun-tahun. Venezuela sendiri memiliki populasi sekitar 30,5 juta jiwa dengan tingkat urbanisasi tinggi. Bahasa resmi negara ini adalah Spanyol, dengan mayoritas penduduk beragama Katolik dan komposisi etnis yang beragam, mencakup keturunan Eropa, Afrika, dan kelompok pribumi.

3. Kecaman internasional atas serangan AS ke Venezuela

Apakah Venezuela Negara Bagian dari Amerika Serikat?
Protes warga Venezuela di New York meminta Presiden Nicolas Maduro dibebaskan. (dok. Sonya Michaella)

Sejumlah negara dan organisasi internasional menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional serta prinsip kedaulatan negara. Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pertemuan khusus untuk membahas situasi Venezuela, di tengah kritik dari Rusia dan China terhadap langkah Amerika Serikat.

Di tengah kondisi tersebut, perhatian juga tertuju pada keselamatan warga negara asing. Pemerintah Indonesia memastikan sebanyak 37 warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela berada dalam kondisi aman.

Kedutaan Besar RI di Caracas melaporkan situasi keamanan mulai kondusif meski masih terdapat gangguan listrik dan jaringan komunikasi di beberapa wilayah. Pemerintah Indonesia menegaskan terus mencermati perkembangan di Venezuela dan telah menyiapkan rencana kontinjensi guna melindungi WNI apabila situasi keamanan kembali memburuk.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More

Pastikan Tegak Lurus ke Prabowo, PKB: Kami Setia dan Komitmen

07 Jan 2026, 22:00 WIBNews