Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Arkeolog Turki Temukan Makam 2.400 Tahun yang Diduga Milik Pegulat
ilustrasi negera Turki (pexels.com/Nour Abiad)
  • Arkeolog menemukan makam batu berusia sekitar 2.400 tahun di nekropolis timur Aspendos, Turki selatan, area pemakaman baru yang sebelumnya belum terpetakan.
  • Makam era Klasik itu berisi satu kerangka dan koin perak Aspendos bergambar dua pegulat, yang memicu dugaan jasadnya merupakan atlet gulat.
  • Sejarawan mengingatkan koin yang beredar luas tidak cukup membuktikan profesi jasad; analisis kerangka dan tanda cedera fisik masih diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Tim arkeolog berhasil menemukan sebuah makam batu kuno berusia sekitar 2.400 tahun di situs kota kuno Aspendos, Turki bagian selatan. Penemuan luar biasa ini diumumkan secara resmi oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, pada Senin (10/8/2026). Makam kuno tersebut diduga kuat menjadi tempat peristirahatan terakhir seorang atlet gulat profesional yang hidup pada masa Klasik wilayah tersebut.

Penemuan makam kuno berbentuk peti batu ini menjadi salah satu temuan paling signifikan di kawasan nekropolis bagian timur kota Aspendos yang sebelumnya tidak terpetakan. Eksplorasi arkeologi di area pemakaman baru ini membuka tabir sejarah penting mengenai budaya olahraga dan tradisi pemakaman masyarakat Yunani-Romawi kuno. Kabar ini langsung menarik perhatian para peneliti sejarah olahraga kuno di seluruh dunia karena menawarkan bukti fisik yang sangat langka.

1. Penemuan koin perak kuno dengan gambar pegulat di dalam makam

ilustrasi koin kuno (pexels.com/Bakr Magrabi)

Di dalam makam batu tersebut, para arkeolog menemukan satu kerangka manusia bersama beberapa barang berharga. Salah satu barang yang paling menarik perhatian adalah koin perak kuno dari Aspendos yang menggambarkan dua orang pegulat sedang bertarung sengit. Dilansir Times of India, temuan koin khusus ini menjadi petunjuk kuat mengenai identitas jasad tersebut sebagai atlet gulat kuno.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Turki, Mehmet Nuri Ersoy, memberikan pernyataan resmi mengenai signifikansi temuan sejarah ini pada Senin (10/8/2026). "Dalam penggalian yang kami lakukan di kota kuno Aspendos, kami telah membuat penemuan yang sangat penting yang menjelaskan sejarah periode Klasik kota tersebut," ujar Ersoy melalui media sosial. Penemuan artefak ini diharapkan dapat melengkapi kepingan sejarah olahraga yang selama ini masih buram di kawasan Antalya.

2. Letak makam berada di area pemakaman baru yang belum terpetakan

ilustrasi makam kuno (pexels.com/Boris Hamer)

Makam kuno berbentuk peti batu tersebut berlokasi di area nekropolis timur kota kuno Aspendos. Kompleks pemakaman kuno tersebut ditemukan oleh tim peneliti di tengah proses ekskavasi yang sedang berlangsung di situs tersebut. Dilansir Anadolu Agency, wilayah pemakaman timur ini sebelumnya belum pernah teridentifikasi dalam catatan arkeologi kota tersebut.

Para arkeolog memperkirakan makam kuno ini berasal dari akhir abad kelima hingga abad keempat Sebelum Masehi. Makam ini diperkirakan berasal dari era Klasik Aspendos, yaitu antara akhir abad kelima hingga abad keempat Sebelum Masehi. Penemuan lokasi baru ini sangat penting karena membantu para peneliti memetakan struktur kota kuno Aspendos secara lebih akurat.

3. Para ahli sejarah menyarankan untuk tetap bersikap hati-hati

ilustrasi ilmuwan (pexels.com/RF._.studio _)

Meskipun penemuan koin bergambar pegulat sangat menarik, beberapa ahli sejarah menyarankan publik untuk tidak terburu-buru mengambil kesimpulan. Sarah E. Bond, seorang sejarawan dari University of Iowa, menjelaskan bahwa koin perak tersebut merupakan alat pembayaran yang sah dan beredar luas di Aspendos pada masa itu. Oleh karena itu, keberadaan koin di dalam makam tidak secara otomatis membuktikan bahwa jasad tersebut adalah seorang atlet gulat profesional.

Para ahli membutuhkan bukti fisik tambahan pada kerangka manusia tersebut untuk memastikan profesinya semasa hidup. Cedera fisik yang khas seperti patah tulang hidung yang sembuh dapat menjadi bukti biologis yang kuat bahwa individu tersebut sering bertarung. Para ahli menjelaskan bahwa analisis fisik lebih lanjut terhadap kerangka tersebut sangat diperlukan untuk membuktikan secara ilmiah apakah individu tersebut semasa hidupnya memang seorang petarung atau bukan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article