Pemerintah AS membagi dana 1,4 miliar dolar AS (Rp24,97 triliun) ini ke dalam beberapa pos anggaran khusus. Uang ini merupakan bagian dari paket bantuan yang lebih besar untuk mengatasi krisis kesehatan global.
Jatah terbesar, yaitu sekitar 800 juta dolar AS (Rp14,27 triliun), dialokasikan langsung untuk menangani krisis kemanusiaan di Afrika Tengah. Otoritas setempat berusaha keras mengisolasi virus agar tidak menyebar ke wilayah lain.
"Kami menggunakan dana ini untuk menghentikan penyebaran Ebola di luar Kongo dan Uganda agar tidak menular ke negara rentan lainnya. Kami juga ingin memastikan virus ini tidak masuk ke Amerika Serikat," ujar Direktur Kantor Manajemen dan Anggaran, Russell Vought, dilansir Denver Gazette.
Selain bantuan kemanusiaan, AS menyiapkan 500 juta dolar AS (Rp8,91 triliun) untuk program keamanan kesehatan global. Dana ini akan dipakai untuk memperkuat kapasitas laboratorium dan memperketat pengawasan di perbatasan.
Sementara itu, sisa dana sebesar 90 juta dolar AS (Rp1,6 triliun) dialokasikan untuk jalur diplomasi. Uang ini juga disiapkan untuk evakuasi medis darurat bagi warga negara AS yang terinfeksi di luar negeri.