Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

WHO Bicara soal Kasus Ebola Pertama di Prancis: Jangan Panik

WHO Bicara soal Kasus Ebola Pertama di Prancis: Jangan Panik
potret Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus (flickr.com/belgium24.eu via commons.wikimedia.org/belgium24.eu)
Intinya Sih
  • WHO menegaskan masyarakat tidak perlu panik atas kasus Ebola pertama di Prancis karena risiko penyebaran global masih rendah, meski puluhan tenaga kesehatan telah terinfeksi.
  • Pemerintah Prancis mengonfirmasi seorang dokter yang baru pulang dari Republik Demokratik Kongo positif Ebola tanpa gejala berat dan kini dirawat dengan protokol keamanan ketat.
  • Di Republik Demokratik Kongo, lebih dari 1.000 kasus Ebola tercatat dengan 78 tenaga medis terinfeksi dan 18 meninggal akibat lemahnya sistem pencegahan di fasilitas kesehatan lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) buka suara soal kasus infeksi virus Ebola pertama di Prancis. WHO meminta masyarakat dunia untuk tidak perlu panik. Sebab, meski sudah menyebar ke Prancis, kemungkinan wabah Ebola berubah menjadi pandemik global seperti COVID-19 masih kecil.

“Tidak perlu panik. Risiko bagi seluruh dunia rendah. Hampir 80 petugas kesehatan telah terinfeksi. Hal ini menyoroti risiko yang mereka hadapi dan pentingnya memperkuat pencegahan dan pengendalian infeksi,” kata Ketua WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, Rabu (24/6/2026), dilansir The Strait Times.

1. Kasus Ebola pertama di Prancis menimpa seorang dokter

Dokter sedang bertugas.
ilustrasi dokter (unsplash.com/Online Marketing)

Pemerintah Prancis sendiri mengonfirmasi kasus Ebola pertama di wilayahnya pada Rabu. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Prancis, kasus tersebut menimpa seorang dokter yang baru pulang bertugas dari Republik Demokratik Kongo (DRC). DRC merupakan tempat di mana wabah Ebola dimulai.

“Pasien tersebut sedang dirawat di fasilitas perawatan kesehatan terkemuka dengan mengikuti protokol keamanan hayati yang ketat. Semua tindakan pencegahan, termasuk isolasi pasien, telah diterapkan sejak kedatangan di Prancis dengan pemindahan ke rumah sakit dalam kondisi aman untuk mencegah risiko kontaminasi,” bunyi pernyataan resmi Kemenkes Prancis dilansir Al Jazeera

2. Kasus Ebola pertama di Prancis tanpa gejala

Menara Eiffel di Paris, Prancis.
potret Menara Eiffel di Paris, Prancis (pexels.com/Daniel Reynaga)

Kemenkes Prancis menambahkan, dokter mereka yang terpapar Ebola dari DRC tidak menunjukkan gejala apa pun, kecuali sakit kepala. Awalnya, dokter itu mengira dirinya hanya sakit kepada biasa. Namun, usai dicek, virus Ebola rupanya telah bersarang di dalam tubuhnya.

Kendati demikian, dokter itu kini sudah dalam keadaan stabil. Sebab, penanganan dilakukan dengan cepat dan tepat. Menurut Kemenkes Prancis, ia juga diperkirakan akan segera sembuh dalam beberapa hari ke depan. “Kadar virusnya sangat rendah,” jelas Kemenkes Prancis.

3. Kasus infeksi Ebola di DRC sudah lebih dari 1.000

Virus Ebola yang sangat mematikan.
potret virus Ebola yang dilihat dari mikroskop elektron (unsplash.com/National Institute of Allergy and Infectious Diseases)

Saat ini, kasus infeksi virus Ebola di DRC dikabarkan sudah lebih dari 1.000. Para tenaga kesehatan di sana juga sudah mulai terinfeksi. Sejauh ini, ada sekitar 78 tenaga medis di DRC yang sudah terinfeksi Ebola. Mereka semua terdiri dari perawat dan dokter. Menurut keterangan Institut Kesehatan Masyarakat Nasional DRC, dari jumlah tersebut, 18 di antaranya sudah dinyatakan tewas.

Pemerintah DRC menjelaskan, semua tenaga medis yang terinfeksi Ebola tadi berasal dari fasilitas kesehatan (faskes) setempat, bukan dari fasilitas kesehatan yang menampung para pasien Ebola di wilayahnya. Hal ini kemungkinan besar disebabkan sistem keamanan di faskes tersebut yang tidak memenuhi standar pencegahan Ebola. Oleh karena itu, ada banyak tenaga kesehatan di sana yang terpapar virus mematikan tersebut.   

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More