Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AS Akan Lanjutkan Tekanan Maksimum kepada Kuba
ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/mck)
  • AS menegaskan akan melanjutkan tekanan maksimum terhadap Kuba untuk menghapus ancaman dari rezimnya, meski kebijakan ini memperburuk krisis energi dan pemadaman listrik di negara tersebut.
  • Menlu AS Marco Rubio mendesak pemerintah Kuba melakukan reformasi besar serta membebaskan lebih dari seribu tahanan politik, sambil menuding adanya korupsi di kalangan pemimpin Kuba.
  • Menlu Kuba Bruno Rodriguez menuduh adanya mafia anti-Kuba di Kemlu AS yang mendorong agresi terhadap negaranya, sembari menyerukan persatuan rakyat menghadapi dampak tekanan ekonomi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), Marco Rubio mengatakan bahwa AS akan terus melanjutkan tekanan maksimum kepada Kuba. Menurutnya, AS harus menggunakan semua alat yang dimiliki untuk menghilangkan ancaman dari rezim Kuba. 

Beberapa bulan terakhir, AS terus meningkatkan tekanan kepada Kuba yang berimbas pada krisis energi terburuk. Alhasil, Kuba terdampak kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah. 

1. Desak Kuba untuk mengadakan reformasi besar-besaran

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. (Matt Johnson from Omaha, Nebraska, United States, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

Rubio mengatakan bahwa pemimpin Kuba harus mengadakan reformasi besar-besaran di negaranya. Menurutnya, perubahan di Kuba akan memberikan kesejahteraan bagi seluruh warganya. 

“Pemimpin Kuba tinggal memilih untuk mengadakan reformasi besar, berdamai, dan sejahtera sebelum semuanya terlambat. Pemerintah AS saat ini sudah menawarkan Kuba bantuan rekonstruksi, dan hubungan baik antara kedua negara,” tuturnya, dikutip dari DPA International, Senin (13/7/2026).

Menlu AS keturunan Kuba itu juga menuding sejumlah pemimpin Kuba sudah mencuri dan menyembunyikan sejumlah sumber daya yang tersisa dari negaranya di luar negeri. Meskipun tidak memberikan buktinya nyata tuduhannya. 

2. Rubio desak Kuba bebaskan tahanan politik

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. (Gage Skidmore, CC BY-SA 3.0 , via Wikimedia Commons)

Pada saat yang sama, Rubio mengungkapkan pembebasan sekitar 1.306 tahanan politik di Kuba. Menurutnya, Kuba masih terus beraliansi dengan negara yang berseberangan dengan AS sehingga menjadi ancaman bagi negaranya. 

Sementara, Presiden AS, Donald Trump menyampaikan lewat postingan di sosial medianya yang menyebut bahwa akan mengusir komunisme di dekat negaranya. Senat AS juga mengumumkan rencana mendorong resolusi perayaan demonstrasi 11J di Kuba. 

Meskipun relasi antara AS dan Kuba terus memanas, Washington memastikan tidak akan ada serangan militer ke Kuba. Namun, AS sempat menyebut semua opsi tetap menjadi pilihan untuk mendukung kepentingannya. 

3. Kuba sebut ada mafia anti-Kuba di Kemlu AS

ilustrasi bendera Kuba (Pexels/El gringo photo)

Menlu Kuba, Bruno Rodriguez menuding ada mafia anti-Kuba yang berupaya menjustifikasi agresi AS ke negaranya. Menurutnya, tekanan hebat dari AS ke Kuba telah berdampak buruk pada seluruh warga. 

“Mafia anti-Kuba sudah mengorganisir sendiri dan menjadi representatif di sekitar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) AS dalam upaya menjustifikasi aksi kriminal dan agresi terhadap rakyat Kuba,” terangnya, dikutip dari CiberCuba

Rodriguez menyebut, rakyat Kuba memang menghadapi situasi yang sangat sulit. Namun, ia meyakini bahwa perdamaian, persatuan, dan solidaritas antarwarga dapat membantu dalam melewati saat terburuk. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article