Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
AS Serang Pulau Qeshm Milik Iran Pakai Bom 900 Kilogram
potret Pulau Qeshm milik Iran yang terletak di Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/NASA)
  • AS dilaporkan menjatuhkan bom 900 kilogram, diduga Mark-84, di Pulau Qeshm, Iran, pada 30 Juli 2026, meninggalkan lubang besar dan disebut lebih luas dari serangan sebelumnya.
  • Pejabat Iran menyatakan serangan menghantam rumah warga, menewaskan pasangan suami-istri serta putra mereka berusia 2 tahun; dua anak selamat dan sekitar 20 keluarga dievakuasi.
  • CENTCOM membantah menargetkan sipil dan menyelidiki laporan korban. Dua hari kemudian, Presiden Donald Trump menahan serangan lanjutan sambil mendesak Iran mematuhi kesepakatan AS.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Amerika Serikat (AS) dikabarkan telah menyerang Pulau Qeshm di Iran selatan menggunakan bom seberat 900 kilogram pada Kamis (30/7/2026) malam waktu setempat pekan lalu. Dilansir Jerusalem Post, Senin (3/8/2026), kabar tersebut pertama kali disampaikan oleh The New York Times (NYT) pada Jumat (31/7/2026).

Seorang pejabat Iran anonim menjelaskan, serangan itu menyasar rumah warga yang ada di Pulau Qeshm. Serangan itu menewaskan sebuah keluarga yang terdiri dari pasangan suami-istri dan putra mereka yang masih berusia 2 tahun. Sementara itu, dua anak lainnya dikabarkan berhasil selamat. Pejabat itu menambahkan, sekitar 20 keluarga di Pulau Qeshm terpaksa dievakuasi akibat serangan ini. 

1. Serangan bom AS meninggalkan lubang besar

potret lubang (pexels.com/Maciej Cisowski)

Dalam sebuah video yang dirilis NYT, terlihat bahwa serangan bom AS meninggalkan lubang yang cukup besar di Pulau Qeshm. Lubang ini timbul karena bom yang menghantam pulau tersebut merupakan bom konvensional terbesar yang dipakai pasukan militer Negeri Paman Sam. Bom tersebut diduga merupakan jenis Mark-84. 

Seorang pejabat AS yang enggan disebut namanya mengatakan, serangan di Pulau Qeshm dua kali lebih besar daripada serangan AS ke Iran sebelumnya. Ia menyebut serangan ke pulau itu berjalan dengan sukses untuk memberikan efek geretakan terhadap Teheran. "Serangan ke Pulau Qeshm sekitar dua kali lipat dari malam sebelumnya. Serangan tersebut luas, ekstensif, dan berdampak besar," kata pejabat tersebut.

2. CENTCOM membantah pihaknya menyerang rumah warga di Pulau Qeshm

ilustrasi rumah warga (pexels.com/Yevhen Sukhenko)

Di sisi lain, Komando Tengah (CENTCOM) militer AS membantah pihaknya telah menargetkan rumah warga sipil dalam serangan di Pulau Qeshm. Juru Bicara CENTCOM, Tim Hawkins, mengatakan, jika menyerang Iran, pasukannya sama sekali tidak pernah menargetkan warga sipil. Sebab, mereka tahu itu hal terlarang.   

Oleh karena itu, Hawkins mengatakan pihaknya akan menyelidiki dampak serangan ke Pulau Qeshm pada Kamis pekan lalu. Langkah ini dilakukan untuk memastikan apakah benar ada warga sipil yang tewas dalam serangan tersebut atau tidak. “Kami mengetahui laporan-laporan tersebut dan sedang menyelidikinya. Militer AS tidak pernah menargetkan warga sipil,” tegas Hawkins.

3. Serangan ke Pulau Qeshm jadi serangan terakhir AS ke Iran

ilustrasi serangan (unsplash.com/Emanuel Kypreos)

Serangan ke Pulau Qeshm ini menjadi serangan terakhir yang dilakukan AS terhadap Iran. Sebab, dua hari setelahnya, yakni pada Sabtu (1/8/2026), Presiden AS, Donald Trump, memutuskan untuk menahan serangan lanjutan ke Iran. Trump mengklaim telah diminta oleh Iran dan negara Timur Tengah lainnya, termasuk Arab Saudi, untuk tidak melakukan serangan. Sebagai gantinya, Trump mendesak Iran untuk segera mematuhi kesepakatan dengan AS. Jika tidak, maka serangan akan kembali dilakukan. 

Beberapa bulan yang lalu, pasukan AS juga pernah meluncurkan serangan ke Pulau Qeshm. Kala itu, serangan ditujukan ke pangkalan militer Iran yang ada di sana. Namun, serangan kali ini dilaporkan tidak menyasar situs militer apa pun yang ada di Pulau Qeshm.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article