Kapal dagang sedang berlayar di laut internasional. (unsplash.com/Venti Views)
Sebelum ini, Iran memang sudah berencana memungut tarif tol untuk kapal-kapal yang ingin melewati Selat Hormuz. Ini merupakan salah satu upaya Iran untuk menguasai selat tersebut secara penuh. Sebab, dalam kesepakatan damai dengan AS, Iran bersedia membuka Selat Hormuz asalkan mereka diizinkan untuk berkuasa penuh atas selat tersebut.
Namun, pemungutan tarif di Selat Hormuz sebetulnya sudah dilarang oleh hukum laut internasional. Sebab, Selat Hormuz merupakan laut internasional yang bebas dilewati oleh kapal-kapal dari negara mana pun. Hal ini tentu berbeda dengan terusan, seperti Terusan Suez dan Terusan Panama.
Terusan Suez dan Terusan Panama merupakan jalur perdagangan khusus yang dibangun oleh sejumlah negara, bukan fenomena alam seperti selat. Terusan dibuat dengan tujuan untuk memotong jalur perdagangan yang terlalu panjang. Oleh karena itu, negara-negara yang membangun terusan diperbolehkan untuk memungut tarif bagi kapal yang ingin berlayar di sana. Langkah ini merupakan timbal balik dari pembangunan terusan karena kapal jadi bisa mengirim barang ke negara lain dengan cepat.