Jakarta, IDN Times - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya masih membuka pintu negosiasi dengan Iran. Sebab, Washington sebetulnya ingin mengutamakan negosiasi daripada peperangan untuk menyelesaikan konflik dengan Teheran. Namun, Menteri luar Negeri AS, Marco Rubio, mengatakan, jika negosiasi ingin berlanjut, maka Iran harus membuka Selat Hormuz terlebih dahulu.
"Ini harus jelas. Ini harus berupa kesepakatan yang mereka bersedia patuhi. Lihat, Iran seminggu yang lalu seharusnya mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa Selat Hormuz akan dibuka dan bahwa mereka tidak akan lagi menyerang kapal (yang melintas di sana). (Namun), alih-alih melakukan itu, mereka (malah) menyerang tiga kapal (di Selat Hormuz). Saya pikir itu terjadi Jumat atau Sabtu lalu. Jadi, maksud saya, perilaku mereka harus berubah agar perilaku kita juga berubah," jelas Rubio kepada wartawan pada Minggu (19/7/2026) malam waktu setempat, seperti dilansir Jerusalem Post.
