Jakarta, IDN Times - Pasukan militer Amerika Serikat dikabarkan telah menyerang kapal penyelundup narkoba yang sedang berlayar di Laut Pasifik Timur pada Rabu (3/6/2026). Serangan tersebut menewaskan dua orang. Menurut militer AS, keduanya merupakan teroris sekaligus pengedar narkoba.
AS Serang Kapal Narkoba di Laut Pasifik, 2 Orang Tewas

- Militer AS menyerang kapal penyelundup narkoba di Laut Pasifik Timur pada 3 Juni 2026, menewaskan dua orang yang disebut sebagai teroris sekaligus pengedar narkoba.
- Serangan ini merupakan bagian dari kebijakan Presiden Donald Trump untuk memberantas praktik narco-terrorism dan mencegah masuknya narkoba ke Amerika Serikat secara ilegal.
- Sejak 2025, lebih dari 200 pelaku narco-terrorist tewas dalam operasi militer AS di Laut Pasifik Timur, dengan target utama kartel narkoba asal Amerika Latin.
“Pada tanggal 3 Juni, atas arahan komandan Komandan Utara AS (SOUTHCOM), Jenderal Francis L. Donovan, Satuan Tugas Gabungan Southern Spear melakukan serangan kinetik mematikan terhadap sebuah kapal yang dioperasikan oleh organisasi teroris. Intelijen mengonfirmasi bahwa kapal tersebut sedang melintasi rute perdagangan narkoba yang dikenal di Pasifik Timur dan terlibat dalam operasi perdagangan narkoba,” bunyi pernyataan resmi militer AS di X, seperti dikutip Jerusalem Post, Kamis (4/6/2026).
1. Donald Trump gencar membasmi praktik narco-terrorism

Dalam video yang dirilis militer AS, kapal narkoba yang berhasil dilumpuhkan berjenis kapal motor. Kapal tersebut terlihat sedang berlayar di Laut Pasifik Timur. Usai tertangkap basah sedang mengedarkan narkoba, militer AS langsung meluncurkan serangan ke kapal tersebut. Ledakan dan kepulan asap hitam terlihat saat serangan mengenai kapal.
Menurut militer AS, Laut Pasifik Timur merupakan salah satu jalur yang kerap digunakan oknum tidak bertanggung jawab untuk menyelundupkan narkoba ke sebuah negara, termasuk AS. Oleh karena itu, militer AS sangat mengawasi perairan tersebut untuk mencegah narkoba masuk ke AS secara ilegal.
2. AS sebelumnya sudah menyerang kapal narkoba di Laut Pasifik Timur

Pada Sabtu (30/5/2026) pekan lalu, AS juga melakukan hal serupa. Kala itu, militer AS menyerang sebuah kapal pengedar narkoba di Laut Pasifik Timur. Dilansir The Guardian, sebanyak tiga orang tewas dalam serangan tersebut. “Tiga teroris narkoba laki-laki tewas selama aksi ini. Tidak ada pasukan militer AS yang terluka,” bunyi pernyataan resmi militer AS.
Semua serangan yang dilakukan AS terhadap kapal-kapal narkoba tadi merupakan bagian dari kebijakan Presiden Donald Trump. Sebab, sejak menjabat sebagai Presiden AS pada Januari 2025, Trump gencar melakukan pembasmian kapal-kapal narkoba yang berlayar di Laut Pasifik Timur. Sebab, Trump ingin membasmi praktik narco-terrorism dan mencegah narkoba masuk ke Negeri Paman Sam secara ilegal.
3. Ada lebih dari 200 pelaku narco-terrorist yang tewas diserang AS

Berdasarkan data terbaru, AS sudah menewaskan lebih dari 200 pelaku narco-terrorist dalam serangan serupa di Laut Pasifik Timur sejak 2025. Militer AS berjanji akan terus melakukan operasi untuk membasmi semua pelaku narco-terrorist yang tersisa.
Sebagai informasi, pelaku-pelaku narco-terrorist yang kini diburu AS umumnya berasal dari kartel narkoba di negara-negara Amerika Latin. Beberapa di antaranya, seperti Meksiko dan Venezuela. Di kedua negara tersebut, banyak pelaku narco-terrorist yang melakukan praktik perdagangan narkoba lintas negara lewat Laut Pasifik Tirmur.


















