Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bank Dunia Taksir Kerusakan Akibat Gempa Venezuela Capai Rp352 Triliun
reruntuhan bangunan akibat gempa di Venezuela (U.S. Marines 24MEU by Cpl. Daniel Garcia, Public domain, via Wikimedia Commons)

Jakarta, IDN Times - Bank Dunia memperkirakan dua gempa bumi yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni lalu telah menyebabkan kerusakan fisik senilai 19,6 miliar dolar AS atau setara Rp352 triliun. Penilaian awal ini dilakukan untuk membantu pemerintah setempat merencanakan pemulihan ekonomi secara terarah.

Laporan yang dirilis pada Kamis (23/7/2026) menunjukkan bahwa percepatan rekonstruksi akan menjadi faktor penentu bagi pemulihan ekonomi dan sosial negara tersebut. Tanpa adanya investasi tambahan yang memadai, proses rekonstruksi diperkirakan tidak akan selesai dalam jangka waktu 10 tahun.

1. Kerusakan didominasi bangunan tempat tinggal

tim penyelamat di Venezuela (U.S. Marines 24MEU by Gunnery Sgt. Kevin Rivas, Public domain, via Wikimedia Commons)

Berdasarkan data Bank Dunia, sektor bangunan tempat tinggal atau residensial mengalami dampak terparah dari bencana ini. Sektor tersebut menyumbang sekitar 47 persen dari total kerusakan fisik yang terjadi di Venezuela.

Sementara itu, sektor infrastruktur menyumbang sekitar 27 persen dari total kerusakan fisik. Sektor bangunan non-residensial berada di posisi berikutnya dengan menyumbang angka kerusakan sebesar 26 persen.

Wilayah Negara Bagian La Guaira dan Distrito Capital mencatatkan dampak kehancuran yang paling parah. Kedua wilayah ini menyumbang sekitar separuh dari total kerusakan yang ada.

"Pemulihan yang efektif dimulai dengan bukti yang dapat diandalkan. Penilaian ini memberikan dasar objektif awal bagi Pemerintah Venezuela dan para mitranya untuk merencanakan pemulihan," ujar Wakil Presiden Bank Dunia untuk wilayah Amerika Latin dan Karibia, Susana Cordeiro Guerra, dilansir Euronews.

2. Penilaian menggunakan metode GRADE

ilustrasi dampak gempa (unsplash.com/@oskaycaglar)

Proses penghitungan kerugian akibat gempa ini menggunakan metode Global Rapid Damage Estimation atau GRADE. Metode ini mampu memberikan perkiraan independen dan cepat terkait kerusakan fisik tak lama setelah bencana terjadi.

Penilaian GRADE mengandalkan gabungan pemodelan risiko bencana, citra satelit, penginderaan jauh, serta model rekayasa teknik. Bank Dunia juga memvalidasi data menggunakan laporan lapangan dari pemerintah lokal, media, dan organisasi kemanusiaan.

Proses penilaian ini mendapat dukungan dana dari Pemerintah Jepang serta lembaga Global Facility for Disaster Reduction and Recovery. Bank Dunia juga bekerja sama dengan Inter-American Development Bank dan Development Bank of Latin America.

3. Total korban tewas mencapai 5.278 orang

bendera Venezuela (unsplash.com/aboodi vesakaran)

Laporan OCHA menunjukkan bahwa korban tewas telah mencapai 5.278 orang dan korban luka-luka menyentuh 16.740 orang. Sebanyak 18 ribu warga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi di tenda-tenda darurat.

Dampak gempa dinilai akan semakin membebani kelompok masyarakat yang rentan. Kelompok ini mencakup keluarga yang dipimpin oleh perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas. Gangguan pada pemulihan layanan dasar seperti pasokan air bersih dan listrik juga dikhawatirkan dapat memperparah ketimpangan sosial.

"Tanpa investasi tambahan yang tepat waktu, dampak negatif pada kapasitas produktif dan standar hidup akan memperlambat pemulihan," kata Cordeiro Guerra, dikutip dari Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article