Jakarta, IDN Times - Kantor Anggaran Kongres AS (CBO) melaporkan perang melawan Iran telah menghabiskan biaya 38,1 miliar dolar AS atau setara Rp673,8 triliun per 1 Agustus 2026. Pengeluaran militer tersebut diperkirakan terus bertambah antara 2 miliar dolar AS (sekitar Rp35,4 triliun) hingga 3 miliar dolar AS (sekitar Rp53,1 triliun) per bulan tergantung intensitas pertempuran.
Perang yang dimulai sejak 28 Februari 2026 ini memicu lonjakan harga minyak dunia akibat terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz. Situasi tersebut membebani anggaran pertahanan AS sekaligus mengerek laju inflasi menjelang pemilu sela.
