Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bidik ASEAN, Kanada Tawarkan Pasokan Energi dan Teknologi Hijau
Assistant Deputy Minister for the Indo-Pacific, Global Affairs Canada, Weldon Epp. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Kanada menawarkan kemitraan strategis kepada ASEAN untuk memperkuat ketahanan energi dan mendukung transisi menuju energi berkelanjutan di tengah meningkatnya permintaan serta ketidakpastian global.
  • Sebagai produsen minyak dan gas besar, Kanada membuka peluang investasi bagi negara ASEAN serta memanfaatkan teknologi rendah emisi guna menekan karbon dan memperluas pasar energinya di kawasan.
  • Melalui pendanaan dan kolaborasi riset, Kanada mengajak ASEAN membangun proyek energi bersih yang layak secara ekonomi, memperkuat konektivitas regional, dan memastikan transisi energi yang seimbang serta berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kanada menawarkan keunggulan sektor energinya kepada negara-negara ASEAN di tengah meningkatnya kebutuhan energi kawasan dan berbagai ketidakpastian global yang dipicu konflik geopolitik, fragmentasi ekonomi, serta persaingan teknologi.

Assistant Deputy Minister for the Indo-Pacific Global Affairs Canada, Weldon Epp mengatakan, Kanada siap menjadi mitra terpercaya bagi ASEAN dalam memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung transisi menuju energi berkelanjutan.

Menurut dia, permintaan energi di Asia Tenggara tumbuh lebih cepat dibanding banyak kawasan lain di dunia. Karena itu, pemenuhan kebutuhan energi sambil menjalankan transisi energi menjadi kebutuhan strategis, bukan sekadar kepentingan ekonomi.

“Kanada sangat bangga berdiri sebagai mitra terpercaya dalam hal ini, dan kemitraan strategis kami dengan ASEAN terus semakin dalam, berlandaskan komitmen bersama terhadap pembangunan ekonomi, kerja sama berbasis aturan, dan stabilitas kawasan,” kata Epp dalam ASEAN-Canada Strategic Dialogue: Energy Security and ASEAN Transition for a Resilient Future di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Ia menilai, gangguan pasar energi global telah memperlihatkan kerentanan sistem yang ada, mulai dari ketergantungan impor bahan bakar, ketimpangan infrastruktur, hingga gejolak harga energi.

1. Kanada andalkan produksi minyak dan gas besar

ASEAN-Canada Strategic Dialogue digelar di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Epp mengatakan, Kanada merupakan salah satu negara produsen energi terbesar di dunia. Negara itu saat ini menjadi produsen minyak terbesar keempat dan produsen gas alam terbesar kelima di dunia.

Menurut dia, Kanada juga memanfaatkan teknologi modern untuk menekan emisi karbon dalam proses produksi energi.

“Kanada adalah kekuatan besar di bidang energi, dan Kanada membawa keahlian baik dalam energi bersih maupun energi konvensional, dalam membangun sistem yang tangguh dan mendorong ekosistem inovasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kanada telah mengembangkan berbagai proyek infrastruktur besar untuk menghubungkan sumber daya energinya dengan pasar ASEAN. Ottawa juga membuka peluang investasi bagi negara-negara Asia Tenggara.

“Negara-negara ASEAN dipersilakan berinvestasi. Kami mendorong kemitraan untuk masa depan kami dan masa depan Anda melalui investasi guna membawa lebih banyak energi Kanada ke pasar di kawasan ini,” katanya.

2. Tawarkan teknologi rendah emisi dan dukungan pendanaan

ASEAN-Canada Strategic Dialogue digelar di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Selain energi konvensional, Kanada juga menawarkan berbagai teknologi energi bersih. Salah satu yang disoroti adalah teknologi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (carbon capture, utilization and storage/CCUS). Epp mengatakan, Kanada telah mengalokasikan dana sebesar 1,38 juta dolar Kanada melalui ASEAN-Canada Trust Fund untuk mendukung kerja sama dengan ASEAN Centre for Energy dalam mengeksplorasi teknologi tersebut.

“Kanada juga memiliki keahlian mendalam dalam energi bersih. Kami sering berbicara mengenai penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon serta berbagai bidang inovasi lainnya,” ujarnya.

Selain itu, Kanada juga mengucurkan dana sebesar 2 juta dolar Kanada untuk Regional Connectivity Fund yang dipimpin Asian Development Bank (ADB) guna meningkatkan kelayakan pembiayaan dan keberlanjutan proyek ASEAN Power Grid. Menurut Epp, penguatan konektivitas energi kawasan menjadi penting untuk meningkatkan ketahanan sistem energi di Asia Tenggara.

3. Ajak ASEAN bangun proyek energi yang layak

Bendera ASEAN (vecteezy.com/Nur Faidin)

Epp menuturkan, ASEAN memiliki pasar besar, talenta kewirausahaan, dan permintaan yang terus meningkat terhadap solusi berkelanjutan. Karena itu, kerja sama kedua pihak dapat menghasilkan proyek-proyek energi yang konkret dan layak secara ekonomi.

“Melalui kerja sama, kita dapat membangun kerangka kebijakan, pembiayaan, penelitian, dan kemitraan sektor swasta yang dapat membuka proyek-proyek praktis dan layak secara finansial di seluruh kawasan,” katanya.

Ia menilai, dialog yang digelar tidak hanya membahas keamanan energi semata, tetapi juga menyangkut ketahanan, diversifikasi, dan kerja sama internasional di tengah guncangan geopolitik yang dapat mempengaruhi rantai pasok, pasar, hingga tenaga kerja.

“Dengan memperkuat kemitraan internasional di antara mitra terpercaya, kita dapat memastikan bahwa transisi energi ASEAN tidak hanya ambisius, tetapi juga dapat dicapai, serta mampu menyeimbangkan keamanan, keterjangkauan, dan keberlanjutan,” ujar Epp.

Ia mengatakan, Kanada ingin terus memperluas kerja sama dengan ASEAN melalui forum strategis tahunan yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat sipil untuk membahas tantangan serta peluang di sektor energi.

Editorial Team

Related Article