Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bos Geng Kriminal Tuduh Presiden Ekuador Ingin Bunuh Capres
Presiden Ekuador, Daniel Noboa. (Presidencia de la República del Ecuador, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Wilmer Chavarria alias Pipo, bos geng Los Lobos, menuduh Presiden Ekuador Daniel Noboa sebagai dalang pembunuhan mantan capres Fernando Villavicencio pada 2023.
  • Menteri Dalam Negeri Ekuador John Reimberg membantah tuduhan itu dan menyebut Chavarria hanya ingin menghindari ekstradisi serta tanggung jawab atas kejahatannya.
  • Chavarria ditangkap di Spanyol setelah memalsukan kematiannya, sementara pemerintah Ekuador dan AS telah menetapkan geng Los Lobos sebagai organisasi teroris.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bos geng kriminal Ekuador, Los Lobos, Wilmer Chavarria alias Pipo membantah terlibat kasus pembunuhan kepada mantan Calon Presiden Fernando Villavicencio pada 2023. Ia menuduh Presiden Ekuador, Daniel Noboa yang memerintahkan pembunuhan tersebut. 

Kasus pembunuhan Villavicencio berlangsung pada Agustus 2023 tepat setelah menghadiri kampanye politik di Quito. Saat itu, Villavicencio menjadi lawan politik Noboa untuk menjadi orang nomor satu di Ekuador. 

Insiden pembunuhan itu menambah panjang rentetan kasus kekerasan di Ekuador. Sebab, negara Amerika Selatan itu menjadi akses utama penyelundupan narkoba dari dua negara produsen kokain, Kolombia dan Peru. 

1. Terima informasi dari orang terdekat Mendagri Ekuador

Dalam keterangannya, Chavarria mengaku menerima informasi dari sosok terdekat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Ekuador, John Reimberg. Ia menyebut, pembunuhan ini diperintahkan Noboa karena takut Villavicencio akan menang dalam pemilihan presiden (pilpres). 

Chavarria mengaku diancam oleh Reimberg lewat orang suruhan ketika dipenjara di Malaga. Ia menyebut, pemerintah Ekuador ingin mengekstradisinya dari Spanyol agar nantinya dapat diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) atas kasus penyelundupan narkoba. 

“Tujuan utama dari Reimberg dan Noboa adalah menghilangkannya dari peredaran karena menganggap saya sebagai pesaing dalam pasar penyelundupan narkoba. Presiden sudah memiliki peran penting dalam penyelundupan narkoba,” katanya, dilansir dari EFE, Kamis (26/2/2026). 

2. Mendagri Ekuador bantah tuduhan Chavarria kepada Noboa

Reimberg menyebut bahwa tuduhan Chavarria tidak masuk akal. Menurutnya, Chavarria takut diekstradisi sehingga menghubungkan Noboa dengan kasus pembunuhan Villavicencio dan penyelundupan narkoba. 

“Tidak masuk akal. Dia hanya takut diekstradisi dan sekarang dia harus membayar tindakan kriminal yang dilakukannya. Dia dapat membuat-buat kabar tidak masuk akal agar melarikan diri dari tanggung jawab,” tutur Reimberg. 

Pernyataan ini disampaikan menyusul keputusan Kantor Kejaksaan Ekuador yang mendakwa Chavarria merencanakan pembunuhan Villavicencio. Sebelum ditembak, Villavicencio dikenal sebagai sosok yang ingin membuka masker organisasi kriminal dan kasus korupsi di Ekuador. 

3. Chavarria berhasil ditangkap di Spanyol

Pada November, Noboa sudah mengumumkan keberhasilan penangkapan Chavarria di Spanyol. Penangkapan ini adalah hasil dari kerja sama antara aparat keamanan Spanyol dan Ekuador. 

Dilansir BBC, Noboa menyebut, Chavarria sudah memalsukan kematiannya dan mengubah identitasnya untuk bersembunyi di Eropa. Sembari bersembunyi, ia masih dapat mengontrol operasi kriminalnya di Ekuador, termasuk penambangan ilegal dan pembunuhan. 

Sebagai informasi, Los Lobos termasuk salah satu geng kriminal terbesar di Ekuador dengan sekitar 8 ribu anggota dan memiliki afiliasi dengan Cartel de Jalisco Nueva Generacion (CJNG) di Meksiko. Pemerintah AS dan Ekuador sudah menetapkan Los Lobos sebagai organisasi teroris.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team