Jakarta, IDN Times - Bos geng kriminal Ekuador, Los Lobos, Wilmer Chavarria alias Pipo membantah terlibat kasus pembunuhan kepada mantan Calon Presiden Fernando Villavicencio pada 2023. Ia menuduh Presiden Ekuador, Daniel Noboa yang memerintahkan pembunuhan tersebut.
Kasus pembunuhan Villavicencio berlangsung pada Agustus 2023 tepat setelah menghadiri kampanye politik di Quito. Saat itu, Villavicencio menjadi lawan politik Noboa untuk menjadi orang nomor satu di Ekuador.
Insiden pembunuhan itu menambah panjang rentetan kasus kekerasan di Ekuador. Sebab, negara Amerika Selatan itu menjadi akses utama penyelundupan narkoba dari dua negara produsen kokain, Kolombia dan Peru.
