Jakarta, IDN Times - Mantan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, mengungkap pendekatan diplomasi Indonesia dalam menghadapi krisis kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada 2013. Dalam Saat itu, Indonesia memilih mengambil inisiatif untuk menyelesaikan persoalan bersama negara-negara tetangga, alih-alih menunggu protes dari Singapura dan Malaysia.
Marty mengatakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika itu bahkan secara terbuka menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga atas dampak asap dari Indonesia. Presiden juga menugaskan Kementerian Luar Negeri untuk mencari solusi melalui pendekatan regional.
Menurut Marty, Indonesia kemudian menginisiasi pembicaraan trilateral bersama Singapura dan Malaysia sebelum persoalan tersebut dibawa ke pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN di Brunei Darussalam.
Pendekatan itu membuat Indonesia tidak hanya dipandang sebagai negara sumber masalah, tetapi juga menjadi pelopor penyelesaiannya. Marty menilai, pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana diplomasi dapat mengubah sebuah krisis menjadi momentum memperkuat kerja sama kawasan.