Banjir Bandang di Grand Canyon Arizona, 15 Orang Hilang

- Banjir bandang di Grand Canyon, Arizona, menyebabkan sedikitnya satu orang tewas dan sekitar 15 orang masih hilang.
- Lebih dari 60 orang dievakuasi dengan helikopter dari dalam ngarai saat operasi pencarian terus berlangsung.
- Arus deras merusak jembatan dan pipa air utama, sehingga penginapan serta hotel di taman nasional ditutup.
Jakarta, IDN Times - Banjir bandang menerjang kawasan Grand Canyon, Arizona, Amerika Serikat, menyebabkan sedikitnya satu orang tewas dan sekitar 15 orang lainnya masih hilang atau belum diketahui keberadaannya. Bencana tersebut juga memaksa puluhan wisatawan dan pengunjung dievakuasi dari dasar ngarai.
Layanan Taman Nasional Amerika Serikat (National Park Service/NPS) mengatakan, banjir terjadi pada Sabtu (29/8/2026) di Bright Angel Creek, aliran sungai yang bermuara ke Sungai Colorado. Arus deras membawa material bebatuan dan lumpur hingga mengubah bentang alam di sekitar kawasan tersebut.
Lebih dari 60 orang dievakuasi menggunakan helikopter dari dalam ngarai setelah banjir melanda. Tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap orang-orang yang belum diketahui keberadaannya.
Selain menelan korban jiwa, banjir juga merusak infrastruktur penting di Grand Canyon. Batu-batu besar terdorong masuk ke Sungai Colorado, sementara satu-satunya jaringan pipa yang memasok air bagi wisatawan dan penduduk setempat mengalami kerusakan.
1. Satu orang ditemukan tewas, 15 lainnya masih hilang
NPS mengatakan, jenazah seorang pria berusia 46 tahun ditemukan pada Minggu (30/8) malam di dekat Crystal Rapids, kawasan Sungai Colorado. Pihak kantor pemeriksa jenazah atau koroner Arizona turut berada di lokasi untuk menangani temuan tersebut.
Namun, hingga Minggu, sekitar 15 orang masih dilaporkan hilang atau belum diketahui keberadaannya. NPS meminta masyarakat yang memiliki informasi mengenai pendaki atau orang yang berkemah di kawasan terdampak untuk segera menghubungi pihak berwenang.
Banjir membuat operasi pencarian dan evakuasi menjadi semakin sulit karena sejumlah jalur di dalam ngarai terdampak derasnya aliran air. Departemen Keselamatan Publik Arizona juga dikerahkan untuk membantu proses evakuasi tambahan.
Salah seorang penyintas, Parth Desai, mengatakan dirinya tengah mendaki di jalur sempit Bright Angel Canyon bersama sejumlah dokter dan seorang penjaga taman ketika hujan deras tiba-tiba mengguyur kawasan tersebut.
“Kami melihat sungai meluap, air terjun muncul entah dari mana, batu-batu besar, lumpur, dan longsoran terjadi di mana-mana,” kata Desai, dilansir dari ITV, Senin (31/8/2026).
Ketika rombongan bergerak menuju Phantom Ranch, mereka kembali menghadapi ancaman ketika dinding material banjir setinggi sekitar satu meter bergerak ke arah mereka. Mereka kemudian berlari menuju kawasan yang lebih tinggi sebelum akhirnya diselamatkan menggunakan helikopter pada Sabtu malam.
2. Puluhan orang dievakuasi dari dalam ngarai
Banjir di Bright Angel Creek menyebabkan lebih dari 60 orang harus dievakuasi dari bagian dalam Grand Canyon. Arus deras juga menghancurkan sejumlah jembatan penyeberangan dan mengubah bentuk aliran sungai di kawasan tersebut.
Material berupa lumpur, bebatuan dan air dalam jumlah besar memperlebar dasar Bright Angel Creek. Banjir bahkan mengubah bentang sungai Colorado dengan memperluas jeram yang sudah ada atau kemungkinan membentuk jeram baru.
Peristiwa tersebut terjadi ketika kawasan Grand Canyon memasuki periode musim hujan atau monsun. Pada musim panas, badai petir dan hujan deras dapat muncul dengan cepat meskipun sebelumnya cuaca terlihat cerah.
NPS sebelumnya telah memperingatkan bahwa banjir bandang menjadi salah satu risiko utama bagi pengunjung Grand Canyon selama musim monsun. Kondisi geografis ngarai yang curam dapat membuat air hujan dari wilayah yang jauh dengan cepat mengalir ke jalur-jalur sempit di dasar canyon.
Karena kondisi tersebut, pengunjung yang berada di kawasan ngarai dapat menghadapi perubahan kondisi secara mendadak. Dalam kejadian kali ini, derasnya aliran air membawa material dalam jumlah besar dan membuat sejumlah jalur tidak dapat digunakan.
3. Pipa air utama rusak, penginapan ditutup
Kerusakan paling signifikan lainnya terjadi pada jaringan pipa air yang memasok Grand Canyon Village. Pipa tersebut merupakan satu-satunya saluran utama air bersih untuk wisatawan dan sekitar 1.600 penduduk di kawasan tersebut.
Grand Canyon merupakan salah satu taman nasional paling populer di Amerika Serikat dan menerima sekitar enam juta pengunjung setiap tahun. Karena kerusakan pipa, persediaan air minum di kawasan tersebut menjadi sangat terbatas.
NPS mengatakan, keterbatasan pasokan air membuat wisatawan tidak dapat menginap di penginapan dan hotel yang berada di dalam taman nasional mulai Senin (31/8).
“Langkah-langkah ini sangat penting untuk memastikan keselamatan dan keberlanjutan sumber daya air,” kata pihak Grand Canyon National Park dalam pernyataannya.
Kerusakan tersebut juga menjadi pukulan bagi upaya jangka panjang untuk memodernisasi jaringan pipa air Grand Canyon. Sistem tersebut selama ini menjadi infrastruktur vital yang menopang aktivitas jutaan wisatawan sekaligus kehidupan masyarakat yang tinggal di kawasan taman nasional.
Sementara itu, operasi pencarian terhadap warga yang masih hilang terus dilakukan. Petugas juga masih memantau kondisi kawasan untuk mengantisipasi banjir susulan, terutama karena hujan dan badai dapat kembali terjadi selama musim monsun.

















