Polusi Jakarta Peringkat Dua Dunia, Pramono Perintahkan OMC Jumat Besok

- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan BPBD menggelar Operasi Modifikasi Cuaca pada Jumat, 21 Agustus 2026, karena prakiraan menunjukkan adanya awan dan potensi gerimis.
- OMC ditujukan meredakan polusi saat musim kemarau, tetapi Pramono menegaskan operasi tersebut tidak menjamin hujan turun; ia berharap hujan lebih deras tanpa memicu banjir.
- Pada 20 Agustus 2026 pukul 10.00–11.00, Jakarta menempati peringkat kedua kota besar paling berpolusi menurut IQAir, dengan AQI US 156 dan PM2.5 sebesar 67 µg/m³.
Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memerintahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) besok, Jumat (21/8/2026).
"Kalau enggak ada awan, enggak mungkin bisa untuk di-OMC. Hari Jumat besok itu akan ada awan kembali. Saya sudah perintahkan untuk hari Jumat karena ada awan, maka segera dipersiapkan untuk besok diterbangkan," ucap Pramono di acara Indonesia International Transport Summit 2026, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026).
1. Tidak ada jaminan OMC akan menurunkan hujan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). (Dok. Bpbd DKI) Pramono mengatakan, hujan merupakan ciptaan dari Tuhan, sehingga tidak ada jaminan OMC akan menurunkan hujan.
"Kalau diterbangkan, apakah terjadi hujan atau enggak, itu belum jaminan. Kami sudah berkali-kali juga menerbangkan enggak ada hujan. Bahwa hujan itu ciptaan Tuhan? Ya pasti, saya setuju ciptaan Tuhan," katanya.
2. Besok ada awan untuk OMC

Pelaksanaan OMC yang dilakukan BNPB di wilayah Sumaters Selatan pada Selasa (4/8). Operasi dikendalikan dari Lanud Sri Mulyono Herlambang, Palembang. (Dok. BNPB) Namun, lanjut Pramono, Pemprov DKI Jakarta akan melakukan OMC untuk meredakan polusi udara akibat musim kemarau. Terlebih, berdasarkan ramalan cuaca hujan gerimis akan melanda wilayah Jakarta.
"Tetapi kalau kemudian tidak ada upaya untuk itu, menurut saya juga enggak baik. Jadi saya tetap besok, kebetulan besok itu ada awan. Di ramalan cuaca juga diramalkan akan ada hujan gerimis," katanya.
"Kan lebih baik kalau kemudian dari hujan gerimis ditambahi garam dan atau apa pun lah itu menjadi hujan yang lebih deras dan bermanfaat bagi masyarakat, yang paling penting jangan banjir, itu aja," imbuhnya.
3. Jakarta jadi kota paling terpolusi nomor dua di dunia

Tingkat polusi udara dunia dari IQ Air, Kamis (20/8/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum Jakarta kembali masuk dalam daftar kota besar dengan kualitas udara terburuk di dunia. Berdasarkan pemantauan IQAir, Kamis (20/8/2026) pukul 10.00–11.00, Jakarta menempati peringkat kedua dengan nilai AQI US 156.
Dalam daftar tersebut, Jakarta berada di bawah Kuching, Malaysia, yang menempati peringkat pertama dengan AQI US 224. Sementara itu, Delhi, India, berada di posisi ketiga dengan AQI US 152.
IQAir mengategorikan kualitas udara Jakarta pada level “Tidak sehat”. Polutan utama yang terpantau adalah PM2.5 dengan konsentrasi 67 µg/m³.
Pada saat pemantauan, kondisi Jakarta tercatat memiliki suhu sekitar 31 derajat Celsius, kecepatan angin 7 kilometer per jam, serta kelembapan 57 persen.


















