Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Di Markas ASEAN Jakarta, PM Thailand Ajak Kamboja Pulihkan Hubungan
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan policy speech di Sekretariat ASEAN. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • PM Thailand Anutin Charnvirakul mengajak Kamboja memulihkan kepercayaan lewat dialog bilateral dan penyelesaian damai sesuai hukum internasional dalam pidatonya di Jakarta.
  • Anutin menyebut kesepakatan dialog lebih intensif dengan PM Kamboja di Cebu, namun menilai langkah compulsory conciliation yang diajukan Kamboja bertentangan dengan kesepakatan itu.
  • Thailand menyatakan siap membuka lembaran baru sambil menjaga persatuan ASEAN; kedua negara masih memegang gencatan senjata, meski ketegangan perbatasan tetap terasa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
tahun lalu

Thailand dan Kamboja kembali berseteru di perbatasan.

2025

Kedua negara menyepakati gencatan senjata saat KTT ASEAN di Malaysia.

4 Agustus 2026

PM Thailand Anutin Charnvirakul mengajak Kamboja memulihkan kepercayaan melalui dialog bilateral dan penyelesaian damai sesuai hukum internasional di Jakarta.

kini

Thailand dan Kamboja masih memegang gencatan senjata, meski ketegangan di perbatasan tetap terasa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengajak Kamboja memulihkan hubungan dan kepercayaan melalui dialog bilateral serta penyelesaian damai sesuai hukum internasional.
  • Who?
    Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Perdana Menteri Kamboja, serta Thailand dan Kamboja sebagai negara yang masih menjalankan gencatan senjata.
  • Where?
    Ajakan disampaikan di Markas Besar ASEAN, Jakarta. Pertemuan sebelumnya antara Anutin dan Perdana Menteri Kamboja berlangsung di Cebu.
  • When?
    Anutin menyampaikan sikap tersebut dalam pidato kebijakan tentang masa depan ASEAN pada Selasa, 4 Agustus 2026. Gencatan senjata disepakati pada KTT ASEAN di Malaysia tahun 2025.
  • Why?
    Thailand menilai perselisihan antaranggota ASEAN perlu diselesaikan dengan itikad baik agar kepentingan kawasan, kerja sama ASEAN, dan persatuan menghadapi tantangan bersama tetap terjaga.
  • How?
    Thailand menyatakan siap membuka lembaran baru melalui dialog bilateral yang lebih intensif dan mekanisme damai. Anutin menyebut pengajuan compulsory conciliation oleh Kamboja tidak sejalan dengan kesepakatan di Cebu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perdana Menteri Thailand, Anutin, mengajak Kamboja berteman baik lagi. Ia bicara di Jakarta. Thailand dan Kamboja pernah bertengkar di perbatasan. Mereka sudah setuju berhenti bertengkar tahun lalu, tapi masih ada rasa tegang. Anutin bilang mereka harus bicara baik-baik dan damai. Ia juga ingin negara ASEAN tetap rukun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ajakan Thailand untuk membuka lembaran baru memberi ruang bagi pemulihan kepercayaan dengan Kamboja, terutama karena kedua negara masih memegang gencatan senjata yang telah disepakati. Penekanan pada dialog bilateral, hukum internasional, dan kepentingan kawasan juga mencerminkan upaya menjaga komunikasi serta persatuan ASEAN di tengah ketegangan yang belum sepenuhnya reda.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, mengajak Kamboja membangun kembali kepercayaan melalui dialog bilateral serta penyelesaian perbedaan secara damai sesuai hukum internasional demi menjaga persatuan ASEAN.

Dalam policy speech mengenai masa depan ASEAN di Markas Besar ASEAN, Jakarta, Selasa (4/8/2026), Anutin mengatakan, setiap perselisihan di antara negara anggota ASEAN harus diselesaikan dengan itikad baik dan mengedepankan kerja sama.

Menurut dia, sebagai negara tetangga, Thailand dan Kamboja akan selalu saling membutuhkan sampai kapan pun.

1. Singgung hubungan dengan Kamboja

potret Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul (kiri), dan Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet (kanan) (commons.wikimedia.org/The White House)

Anutin mengatakan, dirinya telah bertemu dengan Perdana Menteri Kamboja di Cebu. Bahkan, kata dia, kedua pemimpin sepakat memulihkan kepercayaan melalui dialog bilateral yang lebih intensif.

Namun, menurut dia, langkah compulsory conciliation yang kemudian ditempuh Kamboja tidak sejalan dengan kesepakatan tersebut.

“Saat saya bertemu dengan mitra saya dari Kamboja di Cebu, kami sepakat memulihkan kepercayaan melalui dialog bilateral yang lebih mendalam. Compulsory conciliation yang kemudian diajukan Kamboja bertentangan dengan apa yang telah kami sepakati,” kata dia.

2. Thailand siap buka lembaran baru

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menyampaikan policy speech di Sekretariat ASEAN. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Meski demikian, Anutin menegaskan Thailand tetap membuka ruang untuk memperbaiki hubungan dengan negara tetangganya.

“Thailand siap membuka lembaran baru dengan negara tetangga kami. Kami tetap berkomitmen menyelesaikan perbedaan secara damai dan sesuai hukum internasional,” ujar dia.

Dia mengatakan, penyelesaian sengketa harus tetap mengedepankan kepentingan kawasan dan tidak mengganggu kerja sama ASEAN.

3. Persatuan ASEAN harus terus dijaga

PM Malaysia Anwar Ibrahim (kiri), Presiden AS Donald Trump (kanan) menjadi saksi penandatanganan Perjanjian Kuala Lumpur antara Kamboja dan Thailand yang ditandatangani langsung oleh PM Thailand Anutin Charnvirakul (tengah kiri) dan PM Kamboja Hun Manet (tengah kanan). (X.com/@anwaribrahim)

Anutin menilai ASEAN memerlukan persatuan yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persaingan geopolitik hingga ancaman keamanan lintas negara.

Karena itu, menurut dia, seluruh negara anggota perlu menjaga komunikasi dan menyelesaikan setiap perbedaan melalui mekanisme damai.

“Kami tetap berkomitmen menjaga persatuan ASEAN dan agenda bersama kawasan,” kata Anutin.

Kedua negara kembali berseteru di perbatasan tahun lalu. Namun, gencatan senjata sudah disepakati saat KTT ASEAN di Malaysia 2025.

Kini, keduanya masih memegang gencatan senjata, namun ketegangan di perbatasan masih terasa.

Curated For You

Editorial Team

Related Article