“Mereka (AS dan Israel) yang merupakan teroris menyebut kami dengan kata itu. Mereka (warga Iran) tidak bersalah. Mereka tidak melakukan kejahatan apa pun. Kami telah menjadi korban terorisme. Kami tidak bertekuk lutut. Kami tidak menundukkan kepala. Kami merespons, tetapi kami tidak menyerang penduduk sipil,” kata Pezeshkian dalam pidatonya pada hari ke-2 sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81, Rabu (23/9/2026), seperti dilansir laman resmi PBB.
Di Sidang PBB, Presiden Iran Sebut Negaranya Korban Terorisme

- Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Sidang Umum PBB menyatakan Iran menjadi korban terorisme akibat serangan AS dan Israel sejak 28 Februari, serta menegaskan tidak menargetkan warga sipil.
- Pernyataan itu merespons Donald Trump yang menyebut Iran negara teroris dan berambisi memiliki senjata nuklir; Pezeshkian membantah Iran memiliki senjata nuklir.
- Pezeshkian menilai agresi militer Israel di Gaza sebagai genosida yang telah menewaskan setidaknya 80 ribu warga, dan menyatakan dukungan Iran bagi Palestina.
Jakarta, IDN Times - Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyebut negaranya telah menjadi korban terorisme. Sebab, Iran telah menerima serangan bertubi-tubi dari Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak 28 Februari lalu. Menurutnya, AS dan Israellah yang patut disebut sebagai negara teroris karena kerap menargetkan warga sipil setiap menyerang Iran.
1. Pezeshkian merespons tuduhan Donald Trump

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House) Pernyataan tadi merupakan respons Pezeshkian terhadap tuduhan yang disampaikan oleh Presiden AS, Donald Trump. Dalam pidatonya pada hari pertama sidang, Trump menyebut Iran sebagai “Negara teroris yang berkelakuan buruk”. Sebab, Iran berambisi memiliki senjata nuklir. Padahal, hukum internasional sudah melarang semua negara di dunia untuk mengembangkan, memproduksi, dan menggunakan senjata pemusnah massal tersebut, terutama dalam peperangan.
"Tidak ada contoh yang lebih baik dari bahaya yang dibiarkan menguat dan membahayakan dunia selain sponsor teror nomor satu, Republik Islam (Iran). Selama 51 tahun, rezim fanatik Iran telah memerintah dengan pertumpahan darah dan pembunuhan massal, menyebarkan kematian, pembantaian, serta kekacauan di seluruh Timur Tengah dan sekitarnya. Mereka adalah penindas di Timur Tengah, tetapi mereka bukan lagi penindas," kata Trump dilansir Jerusalem Post.
2. Pezeshkian sebut Iran tidak punya senjata nuklir

ilustrasi bahaya radiasi nuklir (unsplash.com/Michał Lis) Lebih lanjut, Pezeshkian juga merespons tuduhan Trump soal kepemilikan senjata nuklir oleh Iran. Pezeshkian mengatakan, Teheran sama sekali tidak punya senjata nuklir. Ia lantas menuduh Israellah yang punya senjata nuklir. Namun, Iranlah yang selalu dituduh berambisi memiliki senjata tersebut.
"Tidak ada senjata nuklir dan tidak ada batasan untuk teknologi nuklir damai yang baru. Senjata nuklir ada di Israel, tetapi para inspektur berada di Iran. Israel membunuh, tetapi Iran dikenai sanksi. Mereka melakukan genosida. Lalu, mereka melabeli orang lain sebagai teroris," lanjut Pezeshkian.
3. Pezeshkian menyoroti agresi Israel di Gaza Palestina

Sejumlah bangunan di Jalur Gaza hancur lebur akibat serangan Israel. (unsplash.com/Mohammed Ibrahim) Dalam pidatonya, Pezeshkian juga menyoroti agresi militer Israel di Jalur Gaza, Palestina. Ia mengatakan, agresi militer Israel di Gaza sudah bisa dikategorikan sebagai genosida. Sebab, saat ini, agresi tersebut sudah menewaskan setidaknya 80 ribu warga Gaza yang sama sekali tidak bersalah.
Oleh karena itu, Pezeshkian mengatakan akan selalu mendukung dan berada di sisi Palestina. Sebab, warga Palestina yang terdampak serangan Israel kini membutuhkan dukungan untuk bangkit dari ancaman negara teroris seperti Tel Aviv.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















