Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dugaan Kecurangan Pemilu, Swedia Buka Peluang Pemungutan Suara Ulang
Bendera Swedia (unsplash.com/NFT CAR GIRL)
  • Kejaksaan Swedia menyelidiki dugaan surat suara telah ditandai di Borlänge, Dalarna, terkait lonjakan suara preferensi kandidat Partai Kiri Mohamed Abdukardir Ali.
  • Ali membantah tindak pidana dan mengambil cuti dari parlemen selama penyelidikan unit antikorupsi nasional; hingga kini, belum ada tersangka yang ditetapkan.
  • Dewan Peninjau Pemilu dapat memerintahkan pemungutan suara ulang di Dalarna dalam tiga bulan jika pelanggaran memengaruhi hasil, berpotensi mengubah komposisi 11 kursi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kejaksaan Swedia membuka penyelidikan awal atas dugaan kecurangan pemilu di Borlänge, County Dalarna, setelah pemilihan parlemen pada 13 September 2026. Penyelidikan tersebut berkaitan dengan dugaan penggunaan surat suara yang telah ditandai sebelumnya dan perolehan suara preferensi seorang kandidat Partai Kiri, Mohamed Abdukardir Ali.

Kasus ini berpotensi memicu pemungutan suara ulang di Dalarna jika Dewan Peninjau Pemilu menemukan adanya pelanggaran yang memengaruhi hasil pemilu.

1. Penyelidikan dugaan kecurangan suara di Dalarna

Kejaksaan memusatkan penyelidikan pada dugaan kecurangan di Borlänge, Dalarna. Kasus tersebut berkaitan dengan perolehan suara preferensi Ali yang meningkat secara signifikan dalam pemilu dan membuatnya memperoleh kursi di parlemen. Dugaan kecurangan mencakup surat suara yang diduga telah ditandai sebelum pemungutan suara.

Ali membantah melakukan tindak pidana. Partai Kiri juga memutuskan agar Ali mengambil cuti dan tidak menjalankan tugas sebagai anggota parlemen sejak awal masa jabatan selama penyelidikan berlangsung.

"Dia tidak akan bertugas sebagai anggota parlemen sejak awal masa jabatan guna memastikan proses hukum berjalan transparan," kata Sekretaris Partai Kiri, Maria Forsberg.

Penyelidikan kini ditangani unit antikorupsi kepolisian nasional Swedia. Hingga penyelidikan berlangsung, belum ada tersangka yang ditetapkan dalam perkara tersebut.

2. Selisih suara tipis dalam hasil pemilu

Pemilu parlemen Swedia pada 13 September menghasilkan keunggulan tipis bagi blok oposisi kiri-tengah. Hasil akhir menunjukkan blok tersebut memperoleh 176 kursi, sedangkan blok kanan yang sebelumnya berkuasa meraih 173 kursi.

Selisih yang tipis membuat perkembangan kasus di Dalarna mendapat perhatian karena pemungutan suara ulang dapat memengaruhi komposisi 11 kursi dari wilayah tersebut. Namun, penyelidikan dugaan kecurangan belum berarti hasil pemilu secara keseluruhan dinyatakan tidak sah.

"Pemilu yang bebas dan adil adalah syarat mendasar bagi demokrasi kita, sehingga indikasi kecurangan ini sangat serius," ujar Menteri Kehakiman Swedia, Gunnar Strömmer.

3. Pemungutan suara ulang menunggu keputusan dewan

Dewan Peninjau Pemilu Swedia berwenang menilai keberatan dan dugaan pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilu. Jika ditemukan alasan yang cukup untuk menyatakan hasil di Dalarna bermasalah, pemungutan suara ulang dapat diperintahkan untuk wilayah tersebut.

Jika pemungutan suara ulang diputuskan, pelaksanaannya harus dilakukan dalam waktu tiga bulan. Pemilu ulang di Dalarna juga akan menjadi peristiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pemilihan parlemen Swedia modern.

"Pemilihan ulang akan menjadi lembaran politik yang benar-benar baru karena perubahan perolehan kursi dapat mengubah hasil akhir pemilu," kata Profesor Ilmu Politik Mid Sweden University, Niklas Bolin.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article