Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup bagi lalu lintas pelayaran kapal maritim hingga Amerika Serikat menerima persyaratan Teheran. Pernyataan tersebut dia sampaikan dalam wawancara dengan jaringan televisi Irak, Al Ekhbariya, yang disiarkan lembaga penyiaran IRIB, Selasa (20/10/2026).
Araghchi menegaskan bahwa Washington harus terlebih dahulu mematuhi komitmen diplomatik yang telah disepakati sebelum negosiasi lebih luas dapat berjalan. Menurut posisi Teheran, jalur perairan strategis tersebut secara alami akan ditutup bagi lalu lintas pelayaran kapal selama belum ada kesepahaman antara kedua pihak.
