Selat Hormuz (MODIS Land Rapid Response Team, NASA GSFC, Public Domain, via Wikimedia Commons)
Kerangka draf awal perundingan antara Amerika Serikat dan Iran mengusulkan pemindahan timbunan uranium yang diperkaya tinggi milik Teheran ke negara ketiga yang disepakati, atau penurunan tingkat pengayaannya. Langkah pemindahan bahan nuklir itu dirancang sejalan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz bagi pelayaran maritim internasional dalam waktu tujuh hari setelah kesepahaman awal tercapai.
Laporan Al Arabiya English mengungkapkan bahwa China berpotensi bertindak sebagai pihak penjamin atas pelaksanaan dan keberlanjutan kesepakatan tersebut. Selain itu, kerangka perundingan memuat usulan pemindahan lokasi pembicaraan langsung kedua negara ke Doha, beralih dari lokasi sebelumnya di Istanbul.
Skema perundingan ini menerapkan prinsip komitmen timbal balik yang setara, di mana langkah Teheran atas program nuklir dan keamanan maritim harus diimbangi oleh pelonggaran sanksi, blokade, serta pembatasan ekonomi dari Washington. Sebuah mekanisme verifikasi independen dirancang untuk menilai kepatuhan sebelum setiap fase implementasi dimulai, disertai mekanisme penyelesaian sengketa guna mencegah eskalasi konflik senjata kembali terulang.