Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Iran Tegaskan Lebanon Masuk Kesepakatan Damai, Israel Dilarang Serang
potret Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei (commons.wikimedia.org/Foad Ashtari)
  • Iran menegaskan Lebanon termasuk dalam kesepakatan damai dengan Amerika Serikat, sehingga Israel diwajibkan menghentikan serangan terhadap Lebanon setelah perjanjian resmi ditandatangani.
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi penandatanganan kesepakatan damai Iran-AS di Swiss pada 19 Juni 2026, hasil dari kerja keras pejabat Iran selama proses negosiasi panjang.
  • Kesepakatan damai berisi 14 poin mencakup penghentian perang di semua pihak, termasuk Lebanon dan Israel, dengan jaminan dari Iran agar konflik di kawasan benar-benar berhenti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran menegaskan Lebanon masuk dalam kesepakatan damai dengan Amerika Serikat. Artinya, penghentian perang juga akan melibatkan Lebanon. Oleh karena itu, Israel wajib menghentikan serangan terhadap Lebanon usai kesepakatan damai Iran dan AS resmi ditandatangani.

“Mengenai tata cara dan mekanisme penandatanganan nota kesepahaman, keputusan akhir akan dibuat hari ini dan besok. Hasilnya akan diumumkan secara resmi,” jelas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, soal penandatangan kesepakatan damai Iran dan AS, Senin (15/6/2026), seperti dikutip Jerusalem Post

1. Presiden Iran konfirmasi penandatanganan kesepakatan damai dengan AS

potret Presiden Iran, Masoud Pezeshkian (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)

Kesepakatan damai antara Iran dan AS akan ditandatangani di Swiss pada Jumat (19/6/2026) mendatang. Setelah ditandatangani, kesepakatan tersebut akan langsung berlaku efektif. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, membenarkan rencana penandatanganan kesepakatan damai dengan AS di Swiss. Ia menyebut kesepakatan damai tersebut bisa diraih berkat kerja sama dan kerja keras semua pejabat di pemerintahan Iran. 

"Hal ini tercapai berkat tindakan dan kerja keras para gubernur (Iran). Semua orang membantu dan sementara musuh mengira negara akan hancur selama perang. Situasinya dikelola dengan baik dan hal itu (negara hancur) tidak terjadi," kata Pezeshkian kepada Tasnim News Agency

2. Kesepakatan damai Iran dan AS disepakati pekan lalu

ilustrasi kesepakatan damai (pexels.com/Kevin Malik)

Kesepakatan damai antara Iran dan AS sendiri resmi dicapai pada Minggu (14/6/2026) pekan lalu. Kesepakatan ini akhirnya berhasil diraih usai kedua negara menjalani negosiasi alot sejak Mei lalu. Pada awal Juni lalu, Iran sempat menghentikan negosiasi damai dengan AS. Keputusan ini dilakukan sebagai protes karena Israel terus menyerang Lebanon. Namun, Teheran akhirnya bersedia kembali melanjutkan negosiasi dengan Washington.

“Kesepakatan (damai) dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Selamat kepada semuanya! Dengan ini, saya sepenuhnya mengizinkan pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya tol. Bersamaan dengan itu, saya mengizinkan pencabutan segera blokade angkatan laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin Anda. Biarkan minyak mengalir!” tulis Presiden AS, Donald Trump, dalam sebuah unggahan di Truth Social.

3. Iran menjamin Lebanon masuk kesepakatan damai dengan AS

potret bendera Lebanon (unsplash.com/Christelle Hayek)

Kesepakatan damai Iran dan AS sendiri berisi 14 poin. Salah satunya adalah penghentian perang di semua pihak, termasuk di Lebanon. Oleh karena itu, penghentian perang juga akan meliputi Israel dan Lebanon karena mereka sudah masuk dalam kesepakatan damai dengan AS.

Iran sendiri sudah menjamin Lebanon akan masuk dalam kesepakatan damai dengan AS. Sebab, Iran tidak ingin Lebanon terus diserang Israel. Hingga saat ini, Israel masih ngotot menyerang Lebanon selatan untuk membasmi seluruh pasukan Hizbullah. Padahal, gencatan senjata kedua negara masih berlaku. Serangan terbaru Israel ke Lebanon terjadi pada Minggu. Kala itu, Israel menyerang Ibu Kota Beirut hingga menewaskan 3 orang dan melukai 7 lainnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article