Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Iran Tolak Klaim Sepihak Trump atas Selat Hormuz
potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)
  • Iran menolak klaim Donald Trump bahwa AS menguasai Selat Hormuz; pejabat IRGC Ali Mohammadi menegaskan Iran masih mengendalikan wilayah tersebut.
  • Menurut IRGC, kapal AS menyadari risiko serangan bila mendekat, sementara sejumlah kapal telah diserang karena melanggar blokade dan jalur pelayaran Iran.
  • IRGC menyatakan mengawasi Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Teluk Oman; kapal komersial wajib berkoordinasi, sementara Trump ingin menamainya Selat Trump.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Iran menolak keras klaim sepihak Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, atas Selat Hormuz. Sebab, dalam pernyataannya, baik yang dirilis di media sosial maupun yang disampaikan kepada wartawan, Trump berulang kali mengklaim bahwa Selat Hormuz kini sudah sepenuhnya dikuasai oleh AS, bukan Iran. 

“Jika memang demikian, silakan, bawa salah satu kapal perang Anda dalam jarak 100 kilometer,” kata Kolonel Ali Mohammadi, Wakil Urusan Politik Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), seperti dilansir Anadolu Agency pada Minggu (13/9/2026) malam.

1. AS tahu bahwa Selat Hormuz masih dikuasai oleh Iran

Kapal perang Amerika Serikat sedang berlayar di Selat Hormuz. (flickr.com/Official U.S. Navy via commons.wikimedia.org/Official U.S. Navy)

Mohammadi menambahkan, pasukan militer AS sebetulnya mengetahui dan sadar bahwa Selat Hormuz kini masih dikuasai oleh Iran. Sebab, Washington tahu jika kapal mereka mendekat ke Selat Hormuz, angkatan laut IRGC pasti akan langsung menyerang. Namun, Trump tetap “Ngotot” mengklaim bahwa selat tersebut kini sudah dikuasai oleh AS.

Selama beberapa pekan terakhir, angkatan laut IRGC juga sudah menyerang sejumlah kapal yang berlayar di Selat Hormuz. Serangan ini dilakukan karena kapal-kapal tersebut melanggar blokade yang ditetapkan Iran dengan berlayar di luar jalur yang sudah ditentukan. Tindakan ini lantas membuat AS geram dan kembali meluncurkan serangan ke Iran.

2. IRGC kini melakukan pengawasan penuh di Selat Hormuz

potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/European Space Agency)

Lebih lanjut, Mohammadi menjelaskan, angkatan laut IRGC kini masih melakukan pengawasan penuh di Selat Hormuz. Oleh karena itu, setiap kapal komersial yang ingin berlayar di sana harus meminta izin atau berkoordinasi dengan mereka terlebih dahulu. Jika melanggar, maka serangan atau langkah tegas lainnya akan dilakukan. 

“Angkatan Laut IRGC memiliki pengawasan lengkap atas Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Teluk Oman. Kapal-kapal yang berlayar dari Kuwait dan Bahrain dipantau dan dapat menghadapi tindakan jika melanggar aturan yang diberlakukan oleh Iran,” jelas Mohammadi. 

3. Trump ingin Selat Hormuz dinamai Selat Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang menari di acara kampanye pemilihan Presiden AS pada 23 Agustus 2024 di Glendale, Arizona. (flickr.com/Gage Skidmore via commons.wikimedia.org/Gage Skidmore)

Trump sendiri memang kerap mengklaim bahwa AS saat ini sudah 100 persen menguasai Selat Hormuz. Pada Rabu (9/9/2026) lalu, misalnya, Trump bahkan mengatakan dirinya akan menyebut Selat Hormuz sebagai Selat Trump. Sebab, menurutnya, Iran kini sudah tidak punya hak lagi atas selat tersebut. 

“Harga minyak akan turun segera setelah kita memenangkan perang dengan Iran yang sedang berlangsung saat ini. Kita akan memenangkannya. Kita akan menang. Kita menguasai Selat Hormuz. Saya rasa kita harus menyebut Selat Hormuz, kita harus menyebutnya Selat Trump. Saya harus mendapatkan sesuatu dari itu. Selat Trump,” kata Trump di konvensi Partai Republik di Dallas, Texas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article