Jakarta, IDN Times - Militer Israel untuk pertama kalinya mengakui bahwa pasukannya menembaki mobil yang ditumpangi Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia 5 tahun yang tewas bersama enam anggota keluarganya di Kota Gaza pada 2024.
Hind awalnya selamat dari serangan tersebut dan sempat berbicara dengan tim Bulan Sabit Merah Palestina melalui telepon untuk memohon pertolongan. Percakapan telepon tersebut berlangsung selama beberapa jam.
Sebuah ambulans yang dikerahkan untuk menjemputnya juga menjadi sasaran penembakan hingga mengakibatkan dua tenaga medis tewas. Dua belas hari kemudian, jenazah Hind dan anggota keluarganya ditemukan di lokasi kejadian, bersama dengan jenazah kedua tenaga medis tersebut. Kasus ini kemudian memicu kemarahan komunitas internasional.
