“Saya mendorongnya untuk mari kita fokus pada hal-hal mendasar dan rutin dalam pemerintahan Kota (New York). Menurut saya, di situlah fokus utama seharusnya berada,” kata Hochul dalam wawancara bersama New York Times pada Kamis (20/8/2026), seperti dikutip Times of Israel, Jumat (21/8/2026).
Gubernur New York Minta Zohran Mamdani Setop Urusi Israel

- Gubernur New York Kathy Hochul meminta Wali Kota Zohran Mamdani memprioritaskan urusan pemerintahan kota ketimbang Israel dan Benjamin Netanyahu.
- Hochul menilai rencana Mamdani menangkap Netanyahu saat sidang PBB keliru karena bukan kewenangan wali kota; Mamdani kemudian membatalkannya karena tak memiliki dasar hukum.
- Sejak menjabat Januari, Mamdani konsisten mengecam Israel dan perang Gaza, memicu protes komunitas Yahudi New York yang menuduhnya anti-Yahudi serta gagal menjaga toleransi.
Jakarta, IDN Times - Gubernur New York, Kathy Hochul, meminta Wali Kota New York, Zohran Mamdani, untuk berhenti mengurusi Israel dan fokus terhadap pekerjaannya. Sebab, menurut Hochul, wali kota Muslim tersebut sudah terlalu sering mengurusi Israel dan Perdana Menterinya, Benjamin Netanyahu, sampai lupa mengurusi New York.
1. Mamdani sempat ingin menangkap Netanyahu jika berkunjung ke AS

potret Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (flickr.com/IsraelinUSA via commons.wikimedia.org/IsraelinUSA) Pernyataan Hochul ini muncul usai Mamdani sibuk berupaya menangkap Netanyahu ketika berkunjung ke AS untuk menghadiri sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York pada September mendatang. Menurut Hochul, menangkap seorang kepala negara bukan wewenang walikota. Oleh karena itu, ia menganggap upaya Mamdani untuk menangkap Netanyahu sebagai tindakan keliru.
Kendati demikian, Mamdani pada akhirnya mengurungkan niatnya untuk menangkap Netanyahu ketika berkunjung ke New York. Sebab, Mamdani menyadari bahwa dirinya tidak punya legalitas hukum untuk menangkap sang perdana menteri.
“Jelas bahwa kami tidak memiliki kewenangan hukum independen untuk menegakkan surat perintah (penangkapan Benjamin Netanyahu) ini. Namun, pemerintah federallah (AS) yang memilikinya,” kata Mamdani dalam sebuah video yang diunggah di media sosial X pada Juli lalu, seperti dikutip The Hill.
2. Hochul merupakan sosok yang dekat dengan Mamdani

potret Wali Kota New York, Zohran Mamdani (commons.wikimedia.org/NYC Mayor's Office) Meski memberikan peringatan keras, hubungan Hochul dengan Mamdani saat ini sebetulnya baik-baik saja. Sebab, Hochul terkenal cukup dekat dengan sang wali kota. Pada 2025 lalu, ia juga menjadi salah satu tokoh yang membantu Mamdani untuk memenangkan pemilihan Wali Kota New York.
Lebih lanjut, Hochul juga tidak terlalu menentang Israel dan Netanyahu. Kendati demikian, Hochul tetap mengecam keras agresi Israel di Gaza. Ia menganggap agresi tersebut harus segera dihentikan karena telah melanggar aturan hukum internasional. Sebab, agresi tersebut kini sudah menewaskan lebih dari 70.000 warga Palestina.
Selain itu, Hochul juga terkenal dekat dengan komunitas Yahudi di New York. Ia kerap mendukung kegiatan-kegiatan komunitas Yahudi di wilayahnya untuk mendorong nuansa toleransi antarumat beragama. Sikap ini tentu berbeda dengan Mamdani yang anti-Israel dan selalu memberi kritik terhadap semua hal berbau Yahudi.
3. Mamdani sudah mulai menunjukkan sikap anti-Israel sejak menjabat pada Januari

potret Wali Kota New York, Zohran Mamdani (commons.wikimedia.org/Bingjiefu He) Sejak dilantik sebagai Wali Kota New York pada Januari lalu, Mamdani memang sudah mulai menunjukkan sikap anti-Israel. Dalam salah satu pernyataannya ketika itu, Mamdani secara terang-terangan mengatakan dirinya tidak akan mengakui Israel sebagai negara Yahudi yang berdaulat.
Sejak menjabat, Mamdani juga terang-terangan mengecam serangan Israel ke Gaza. Ia menganggap serangan tersebut sebagai genosida dan kejahatan perang. Sikap ini akhirnya mengusik komunitas Yahudi yang ada di New York. Pada akhir Mei lalu, mereka bahkan menggelar demo untuk mendesak Mamdani mundur dari jabatannya. Sebab, mereka menganggap Mamdani anti terhadap umat Yahudi dan Israel serta gagal mendorong toleransi antarumat beragama di New York.
“Nenek moyang kita mempertaruhkan segalanya agar kita dapat memastikan bahwa Amerika (Serikat) benar-benar menjadi tanah kebebasan beragama tempat orang Yahudi dapat berkembang. Kota New York juga dibangun oleh orang Yahudi, Tuan Mamdani,” kata salah satu peserta demo bernama Zach Sage Fox dilansir Times of Israel.



















