Jakarta, IDN Times – Sebanyak 60 warga Palestina yang sebelumnya ditahan Israel dipulangkan ke Jalur Gaza pada Senin (27/7/2026). Mereka tiba di Kompleks Medis Nasser, Khan Younis, dengan kondisi fisik yang beragam, mulai dari tubuh yang sangat lemah, luka-luka, hingga tidak mampu berjalan.
Dilaporkan oleh Al Jazeera, para tahanan dibawa oleh Komite Internasional Palang Merah (ICRC) melalui Perlintasan Kerem Shalom sebelum menjalani pemeriksaan medis. Mereka disambut oleh keluarga dan tim kesehatan yang telah menunggu di rumah sakit.
Pembebasan ini menjadi yang terbesar sejak fase pertama gencatan senjata dalam genosida Israel di Gaza yang mulai berlaku pada Oktober lalu. Tel Aviv mengatakan bahwa para tahanan dibebaskan setelah hasil interogasi menunjukkan bahwa mereka tidak lagi menjadi ancaman keamanan.
Para tahanan Palestina ditempatkan di sejumlah penjara Israel, termasuk Ofer, Negev, dan Sde Teiman. Berbagai kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) kedua negara sebelumnya telah mendokumentasikan dugaan pemukulan, pengabaian layanan kesehatan, kekurangan makanan, pengekangan berkepanjangan, hingga kematian di fasilitas-fasilitas tersebut.
