Jakarta, IDN Times - Pasukan Israel dituding telah mengubah wilayah Tepi Barat yang diduduki menjadi penjara-penjara yang terfragmentasi, sementara eskalasi kekerasan pemukim menjadikannya sebagai medan pertempuran. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Inisiatif Nasional Palestina, Mustafa Barghouti, pada Kamis (22/10/2026).
Barghouti mengungkapkan bahwa pemecahan wilayah itu terjadi akibat keberadaan lebih dari 1.300 pos pemeriksaan militer yang sebagian besar ditutup, sehingga mengisolasi antarkota. Langkah pembatasan pergerakan warga tersebut dilaporkan telah melumpuhkan aktivitas ekonomi serta berbagai sektor pelayanan publik.
