Jakarta, IDN Times - Militer Israel menghancurkan jaringan terowongan penting milik kelompok Hizbullah di bawah punggung bukit strategis Ali al-Taher, Lebanon selatan, pada Kamis (10/9/2026). Ledakan berskala masif tersebut merambat hingga memicu getaran berkekuatan magnitudo 4,1 di kawasan Nabatiyeh dan wilayah sekitarnya.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz mengonfirmasi penghancuran sarana bawah tanah yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade tersebut. Penghancuran tersebut diklaim telah menuntaskan kendali operasional militer Israel atas punggung bukit Ali al-Taher, baik di atas maupun di bawah tanah.
