Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemenkes Ungkap Dampak Karhutla: 4 Orang Meninggal, 324 Dirawat di RS

Kemenkes Ungkap Dampak Karhutla: 4 Orang Meninggal, 324 Dirawat di RS
Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times Rangga Efrizal)
  • Karhutla di tujuh provinsi menyebabkan empat kematian, 324 orang dirawat inap, dan 45 warga mengungsi di Kalimantan Barat; total penduduk terdampak mencapai 12.517.488 orang.
  • Kualitas udara di 32 kabupaten Kalimantan tercatat tidak sehat hingga berbahaya, bersamaan dengan 113.336 kasus ISPA akibat karhutla, termasuk 26.545 kasus pada anak usia 0–5 tahun.
  • Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memicu 68.919 kasus ISPA di empat provinsi; Kemenkes menyiagakan layanan 119, 830 puskesmas, 413 rumah sakit, serta bantuan kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan mengungkap kebakaran hutan dan lahan di tujuh provinsi menelan korban jiwa. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kemenkes, empat orang meninggal dunia disebabkan oleh karhutla.

Korban meninggal dunia paling banyak ditemukan di Kalimantan Tengah yakni tiga orang dan Kalimantan Barat yaitu 1 orang. Selain itu, adapula 324 orang yang mengalami luka berat atau perlu menjalani perawatan rawat inap.

"Kalimantan Tengah meninggalnya ada tiga dan di Kalimantan Barat yang meninggal ada satu orang," ungkap juru bicara Kementerian Kesehatan, Widyawati seperti dikutip dari YouTube BNPB pada Jumat (11/9/2026).

Tujuh provinsi yang terdampak karhutla yakni Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jambi, Riau dan Sumatra Selatan. Sementara, provinsi dengan korban yang mengalami luka berat terbanyak ada di Kalteng yaitu 313 jiwa. Kemudian, di Kalbar terdapat 9 jiwa yang membutuhkan rawat inap.

Selain itu, ada pula warga yang perlu mengungsi karena tempat mereka tinggal terdampak karhutla yakni 45 jiwa dan semuanya berlokasi di Kalbar. Sedangkan, total penduduk yang terdampak karhutla di tujuh provinsi mencapai 12.517.488.

  1. 1. Keadaan udara di 32 kabupaten di Kalimantan tidak sehat hingga berbahaya

    karhutla, ispa, Kemenkes
    Data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada provinsi yang terdampak karhutla per 9 September 2026. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

    Lebih lanjut, Kemenkes mengungkapkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di 32 kabupaten di Pulau Kalimantan. Hasilnya kondisi udara di enam kabupaten di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat masuk kategori bahaya. Enam kabupaten tersebut yakni Kotawaringin Timur, Kubu Raya Kapuas, Katingan, Gunung Mas, dan Murung Raya.

    Sedangkan, lima kabupaten lainnya di Kalbar, Kalteng dan Jambi masuk kategori sangat tidak sehat. Kondisi udara di 21 kabupaten lainnya masuk kategori tidak sehat.

    Widyawati juga menjelaskan total ada 113.336 kasus ISPA. Di mana, 26.545 kasus merupakan warga yang berusia 0 hingga lima tahun.

    "Kasus ISPA terbagi ke dalam usia nol sampai lima tahun (26.545) dan juga lebih dari lima tahun (86.791)," tutur dia.

  2. 2. Kemenkes catat 68.919 kasus ISPA di wilayah terdampak abu vulkanik GAK

    KRI Lepu-861, TNI AL
    TNI Angkatan Laut (AL) kerahkan KRI Lepu-861 untuk memantau situasi keamanan navigasi pelayaran dan menyiagakan personel Search and Rescue (SAR). (Dokumentasi TNI AL)

    Selain disebabkan karhutla, kasus ISPA juga merebak akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK). Berdasarkan data dari Kemenkes, terdapat 68.919 kasus infeksi salurat pernafasan akut yang dipicu sebaran abu vulkanik.

    "Situasi ISPA pada wilayah terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Krakatau, laporan kasusnya terkini adalah ada 68.919 kumulatif kasus ISPA-nya," ungkap Widyawati.

    Berdasarkan kelompok usia, sebanyak 14.439 kasus terjadi pada kelompok usia 0-5 tahun dan 54.480 kasus terjadi pada masyarakat berusia di atas lima tahun.

    Kasus tersebut tersebar di empat provinsi dan 23 kabupaten atau kota terdampak. Untuk itu Kemenkes melakukan sejumlah langkah penanganan, baik melalui upaya promotif maupun pemantauan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.

    "Kami lakukan edukasi dan juga promosi kesehatan pengurangan risiko, pemantauan penyakit, melaksanakan surveilans kualitas udara dan dampak kesehatan, serta tetapkan surat edaran kesiapsiagaan dampak kesehatan," tutur dia.

  3. 3. Pemerintah siapkan 413 rumah sakit untuk bantu dampak sebaran abu vulkanik GAK

    KRI Lepu-861, TNI AL
    TNI Angkatan Laut (AL) kerahkan KRI Lepu-861 untuk memantau situasi keamanan navigasi pelayaran dan menyiagakan personel Search and Rescue (SAR). (Dokumentasi TNI AL)

    Pemerintah juga menyiagakan layanan darurat 119, menyediakan pos pelayanan di 830 puskesmas, 413 rumah sakit, serta mobilisasi bantuan kesehatan.

    "Untuk Provinsi Lampung ada oksigen konsentrator sebanyak 10 unit, Provinsi Banten oksigennya sebanyak 20 unit, kemudian 4 provinsi terbanyak itu masker, obat, dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP)," katanya.

    Widyawati mengatakan, monitoring dan evaluasi harian pendampingan manajemen krisis kesehatan dilakukan melalui aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC) di lokasi terdampak.

    "Imbauan kami gunakan masker, lindungi diri Anda dari abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Kalau tidak perlu sekali, jangan keluar rumah," tutur dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More