Jakarta, IDN Times - Pemerintah Italia menutup sementara perbatasan laut dan udara dengan Spanyol serta menghentikan sementara penerapan kebebasan bergerak Schengen di antara kedua negara. Kebijakan itu diumumkan setelah ribuan migran tiba di Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara.
Dilansir Euronews, Perdana Menteri Giorgia Meloni bersama Wakil Perdana Menteri Antonio Tajani dan Matteo Salvini mengumumkan keputusan tersebut.
Menurut Tajani, penangguhan sementara Schengen diperlukan untuk menjaga keamanan warga Italia dan melindungi perbatasan Uni Eropa. Dia juga menilai aturan itu memang memungkinkan langkah tersebut diambil dalam kondisi tertentu.
"Penangguhan sementara Schengen dengan Spanyol merupakan pilihan yang diperlukan untuk menjaga keamanan warga negara kami dan melindungi perbatasan Eropa. Langkah ini diatur dalam perjanjian dan menjadi tidak terhindarkan pada hari ini," tulis Tajani di X.
Keputusan itu kemudian disahkan pada Jumat (1/8/2026) dalam rapat di Kementerian Dalam Negeri Italia yang dipimpin Menteri Dalam Negeri Matteo Piantedosi. Persetujuan diberikan setelah mempertimbangkan hasil penilaian Komite Analisis Migrasi dan Keamanan Perbatasan Italia.
