Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Kuba, Bruno Rodriguez menuduh Amerika Serikat telah mengancam sejumlah negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dengan sanksi ekonomi. Tekanan tersebut diduga ditujukan kepada negara-negara yang berniat mendukung resolusi pencabutan embargo terhadap Kuba dalam sidang tahunan Majelis Umum PBB pekan depan.
Tuduhan ini memicu ketegangan diplomatik baru antara kedua negara menjelang pemungutan suara yang rutin digelar sejak 1992. Pemerintah Kuba menilai Washington berupaya memecah dukungan mayoritas masyarakat internasional terhadap resolusi penghentian blokade dagang tersebut.