Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

AS Tetapkan Perintah Penangkapan Mantan Presiden Kuba, Raul Castro

2 min read
AS Tetapkan Perintah Penangkapan Mantan Presiden Kuba, Raul Castro
Mantan Presiden Kuba, Raul Castro (kanan). (Gobierno de Costa Rica, CC0, via Wikimedia Commons)
  • Kejaksaan Florida menetapkan perintah penangkapan terhadap mantan Presiden Kuba Raul Castro atas dugaan konspirasi pembunuhan terkait penembakan pesawat sipil pada 1996.
  • Dua pesawat Cessna C-337 milik Brothers to the Rescue ditembak jatuh jet MiG Kuba pada 24 Februari 1996, menewaskan empat anggota organisasi tersebut; pesawat ketiga lolos.
  • Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mengecam langkah Kejaksaan Florida sebagai manuver politik anti-Kuba, di tengah hubungan Washington dan Havana yang memanas serta krisis energi akibat sanksi dan blokade BBM.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kejaksaan Florida, Amerika Serikat (AS), menetapkan perintah penangkapan kepada mantan Presiden Kuba, Raul Castro pada Senin (19/10/2026). Putusan dibuat atas tuduhan Castro bertanggung jawab menembak jatuh dua pesawat sipil pada Februari 1996. 

Sejak awal 2026, hubungan AS dan Kuba terus memanas menyusul penangkapan mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Sebab, Washington menetapkan sanksi dan pemblokiran bahan bakar minyak (BBM) ke Havana yang mendorong krisis energi. 

  1. 1. Dituding terlibat konspirasi atas kasus pembunuhan

    ilustrasi bendera Amerika Serikat
    ilustrasi bendera Amerika Serikat (unsplash.com/cristina_glebova)

    Jaksa Agung Florida, James Uthmeier mengatakan bahwa pihaknya dan polisi sudah mendapatkan perintah penangkapan. Menurutnya, Castro sudah dituduh terlibat dalam konspirasi atas kasus pembunuhan tahap pertama. 

    “Mata-mata dari rezim Raul Castro sudah beroperasi di dalam organisasi kami dan sudah memberikan informasi ke Havana. Alhasil ini berbuntut pilot sipil yang menjadi sasaran tembak pesawat jet Kuba, MiGs,” tuturnya, dikutip dari Europa Press.

    Pada Mei, Kejaksaan Florida sudah mengajukan gugatan kepada Castro. Kasus ini tak hanya berdampak kepada Castro, tapi juga lima orang lainnya terkait dengan kasus pembunuhan warga AS dan perusakan pesawat. 

  2. 2. Penembakan dua pesawat kecil pada 1996

    Pesawat milik maskapai LATAM.
    Pesawat milik maskapai LATAM. (unsplash.com/lukassouza)

    Insiden penembakan pesawat terjadi pada 24 Februari 1996, ketika dua pesawat tipe Cessna C-337 dari Brothers to the Rescue ditembak jatuh oleh pesawat tempur MiG dari Angkatan Udara Kuba. Sedangkan pesawat ketiga berhasil menghindari serangan ini. 

    Dilansir Democrata, serangan ini mengakibatkan empat orang anggota Brothers to the Rescue tewas. Mereka ditugaskan untuk meninjau lokasi dan membantu warga Kuba dalam berniat meninggalkan negara tersebut melalui jalur laut. 

  3. 3. Kuba tolak AS tetapkan perintah penangkapan ke Raul Castro

    Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel.
    Presiden Kuba, Miguel Diaz Canel. (Duma.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Pada saat yang sama, Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengecam perintah penangkapan kepada Diaz-Canel dari Kejaksaan Florida. Ia juga menyebut bahwa ini otoritas hukum AS tersebut sebagai sirkus Miami yang menyedihkan. 

    “Manuver ini dibungkus dengan istilah hukum oleh politikus anti-Kuba terhadap Raul Castro. Putusan ini layak mendapat kecaman. Ini adalah bagian dari agenda agresif dan refleksi kesulitan mereka karena mencoba memblokade dan menghukum kolektif warga kami,” tuturnya, dikutip dari Telesur. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More