Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jepang Sita Kapal China di ZEE Nagasaki, Kapten Ditangkap

ilustrasi kapal penangkapan ikan
ilustrasi kapal penangkapan ikan (pexels.com/Alain Margreve)
Intinya sih...
  • Inspektur perikanan menangkap kapten yang kabur
  • Kapten kapal diperintahkan untuk berhenti guna inspeksi oleh seorang inspektur perikanan, tetapi [kapal] tidak mematuhi dan melarikan diri. Akibatnya, kapten kapal ditangkap pada hari yang sama.
  • Pemerintah Jepang menegaskan penegakan hukum
  • Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menegaskan pemerintahnya akan terus bertindak tegas dalam penegakan hukum guna mencegah dan menghalangi operasi penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing.
  • Ketegangan Jepang China meningkat terkait Taiwan
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Otoritas Jepang mengamankan kapal penangkap ikan asal China bernama Qiong Dong Yu dan menahan kaptennya, Zheng Nianli (47), pada Kamis (13/2/2026). Penindakan dilakukan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang yang membentang hingga 200 mil laut dari garis pantai dan memberikan hak eksklusif bagi Jepang untuk mengeksplorasi serta memanfaatkan sumber daya laut di dalamnya.

Dilansir dari Australian Broadcasting Coorporation, kapal itu terdeteksi sekitar 166 kilometer atau 89,4 mil laut di arah selatan-barat daya Pulau Meshima yang masuk wilayah Kepulauan Goto, lepas pantai barat daya Prefektur Nagasaki. Titik tersebut berada di luar area sengketa mana pun. Badan Perikanan Jepang menemukan kapal bersama 11 awak, terdiri dari sepuluh anak buah kapal dan satu kapten.

1. Inspektur perikanan menangkap kapten yang kabur

ilustrasi operasi keamanan di area laut (pexels.com/germannavyphotograph)
ilustrasi operasi keamanan di area laut (pexels.com/germannavyphotograph)

Petugas inspeksi perikanan sempat memerintahkan kapal berhenti untuk pemeriksaan di atas dek. Namun kapten menolak instruksi tersebut dan berupaya melarikan diri. Ia kemudian ditangkap pada hari yang sama.

“Kapten kapal diperintahkan untuk berhenti guna inspeksi oleh seorang inspektur perikanan, tetapi [kapal] tidak mematuhi dan melarikan diri. Akibatnya, kapten kapal ditangkap pada hari yang sama,” ujar Badan Perikanan Jepang, dikutip dari Al Jazeera.

Kasus ini tercatat sebagai penyitaan pertama terhadap kapal penangkap ikan China sejak 2022, sekaligus penindakan kapal asing pertama pada 2025. Otoritas menduga kapal tersebut melakukan praktik penangkapan ikan ilegal karena memiliki kapasitas besar untuk mengangkut hasil tangkapan seperti ikan kembung dan ikan kuda.

2. Pemerintah Jepang menegaskan penegakan hukum

Bendera Jepang (Toshihiro Oimatsu from Tokyo, Japan, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Bendera Jepang (Toshihiro Oimatsu from Tokyo, Japan, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Sekretaris Kabinet Jepang Minoru Kihara menegaskan pemerintahnya akan terus bertindak tegas dalam penegakan hukum guna mencegah dan menghalangi operasi penangkapan ikan ilegal oleh kapal asing.

Respons juga datang dari pihak China melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian.

“Diharapkan Jepang secara ketat menghormati perjanjian perikanan China-Jepang, menegakkan hukum secara adil dan melindungi keselamatan serta hak dan kepentingan sah anggota awak China,” katanya, dikutip dari The Guardian.

3. Ketegangan Jepang China meningkat terkait Taiwan

Bendera China (pexels.com/aboodi vesakaran)
Bendera China (pexels.com/aboodi vesakaran)

Insiden ini berlangsung ketika relasi Jepang dan China tengah memanas. Situasi itu dipicu pernyataan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi di hadapan anggota parlemen pada November tahun lalu. Takaichi menyebut Pasukan Bela Diri Jepang dapat dikerahkan apabila invasi China ke Taiwan menciptakan situasi yang mengancam kelangsungan hidup bagi Jepang.

Menanggapi pernyataan tersebut, Beijing melayangkan kecaman keras, memanggil Duta Besar Jepang, serta menyarankan warganya menunda perjalanan wisata maupun studi ke Jepang. China juga membatalkan sejumlah agenda budaya, menangguhkan pengiriman panda raksasa baru setelah dua panda dipulangkan dari kebun binatang Tokyo bulan sebelumnya, memperketat pengawasan ekspor barang guna ganda ke Jepang, dan dilaporkan menghentikan sementara impor hasil laut asal Jepang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

HUT AMPG ke-24, Sekjen Golkar: Ini Usia Lagi Gagah-gagahnya

15 Feb 2026, 08:03 WIBNews