Kota Bekasi Segera Bangun Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik

- Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi dimulai pada Maret 2026.
- Proses pembangunan PSEL memerlukan waktu dua tahun, dan Pemkot Bekasi melakukan pembebasan lahan 5 hektare untuk proyek tersebut dan 1,1 hektare untuk hutan kota.
- Pemkot Bekasi akan mengalokasikan anggaran hingga Rp10 miliar untuk pembebasan lahan dan pembuatan jalan akses menuju lokasi PSEL.
Bekasi, IDN Times - Pemerintah pusat berencana membangun proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Bekasi. Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan Kota Bekasi merupakan salah satu dari empat daerah yang akan membangun PSEL yang bakal dimulai pada Maret 2026.
“Bekasi ini merupakan salah satu dari empat daerah pertama yang pengelolaan sampahnya akan menggunakan energi listrik (PLTSa/PSEL) Rencananya akan dilakukan groundbreaking pada Maret mendatang,” kata Hanif di Bekasi, Sabtu (14/2/2026).
1. Memerlukan waktu dua tahun

Hanif menjelaskan proses pembangunan PSEL tersebut memerlukan waktu hingga dua tahun, sebab pemerintah daerah juga harus menyiapkan lahan untuk proyek tersebut.
"Kita masih memerlukan waktu sekitar dua tahun untuk mempersiapkan segala sesuatunya,” kata dia.
2. Pemkot Bekasi lakukan pembebasan lahan untuk PSEL dan hutan kota

Sementara, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan pihaknya menargetkan menyelesaikan pembebasan lahan seluas 5 hektare untuk pembangunan PSEL hingga akhir 2026.
“Terkait dengan PSEL, sesuai amanat Pak Menteri, kami sudah melakukan langkah progresif. Untuk lahan seluas 5 hektare akan kita selesaikan tahun ini,” jelas Tri.
Selain untuk proyek PSEL, Pemkot Bekasi juga berencana melakukan pembebasan lahan seluas 1,1 hektare di sekitar lokasi SPEL untuk hutan kota.
"Ke depannya lokasi ini bukan hanya tempat sampah, tapi kita siapkan menjadi hutan kota. Kami pastikan teknologinya adaptif terhadap lingkungan,” kata Tri.
3. Alokasikan anggran hingga Rp10 miliar

Tri menambahkan pihaknya juga akan mengalokasikan anggaran Rp10 miliar untuk pembebasan lahan dan pembuatan jalan akses menuju lokasi PSEL.
“Insyaallah Juli atau Agustus sudah mulai proses fisik jalannya. Kami menganggarkan sekitar Rp10 miliar untuk pembangunan jalan akses kendaraan menuju lokasi PSEL,” ungkap Tri.


















