Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Senator Flavio Bolsonaro, yang merupakan putra Jair Bolsonaro (Roque de Sá/Agência Senado, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump menyatakan Flavio Bolsonaro boleh tinggal di AS tanpa batas waktu setelah kalah dari Luiz Inacio Lula da Silva dalam pemilu presiden Brasil.
  • Flavio tiba di Miami bersama keluarga melalui rute lintas negara yang rumit, setelah Trump menyetujui izin masuk dan Marco Rubio mengurus penerbitan visa.
  • Mahkamah Agung Brasil mencabut paspor Flavio terkait penyidikan pencucian uang, sementara Brasil dan AS tetap melanjutkan komunikasi diplomatik melalui pertemuan menteri luar negeri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pintu bagi Flavio Bolsonaro untuk menetap di Amerika Serikat (AS) dipastikan terbuka lebar. Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa Senator Brasil tersebut diizinkan berada di Negeri Paman Sam selama yang dia inginkan.

Sinyal dukungan itu disampaikan saat pesta Halloween di klub Mar-a-Lago, Florida, pada Sabtu (31/10/2026), di tengah hangat-dinginnya hubungan diplomatik antara dua negara demokrasi terbesar di Belahan Barat tersebut. Ketegangan ini meruncing setelah Flavio menelan kekalahan dari petahana berhaluan kiri, Luiz Inacio Lula da Silva, dalam pemilihan presiden, padahal ia sempat memimpin di mayoritas jajak pendapat.

Trump pun tak segan melontarkan kritik pedas terhadap jalannya kontestasi politik di negara tetangganya itu.

“Tidak ada rencana untuk bertemu, tapi saya pikir dia diperlakukan dengan sangat buruk. Dia bisa tinggal di sini selama yang dia mau. Pemilu itu adalah sebuah aib," kata Trump, dikutip Times of India.

1. Flavio lakukan perjalanan lintas negara menuju Miami

ilustrasi pesawat terbang (pexels.com/Pixabay)

Pelarian Flavio bersama keluarganya menuju Miami pada Rabu (28/10/2026) dirancang lewat skenario yang rumit. Pelarian lintas negara ini mengombinasikan penggunaan kendaraan pengalih perhatian, rute darat menembus Argentina, hingga jet pribadi yang sempat melakukan pengisian bahan bakar di Ekuador.

Operasi rahasia tersebut mendapat lampu hijau dari Trump yang menyetujui izin masuk keluarga Flavio sejak Selasa (27/10/2026). Proses Administrasi keberangkatan itu kemudian ditindaklanjuti oleh Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio yang mengurus penerbitan visanya secara langsung.

2. Hakim Brasil cabut paspor Flavio karena kasus pencucian uang

ilustrasi hukum (pexels.com/Sora Shimazaki)

Di tanah airnya, langkah hukum tegas langsung membayangi politikus tersebut. Seorang Hakim Mahkamah Agung Brasil resmi mencabut paspor Flavio sekaligus melarangnya bepergian ke luar negeri dalam kurun waktu 24 jam terkait penyidikan kasus pencucian uang.

Kepolisian setempat menilai Flavio memiliki risiko tinggi untuk melarikan diri dari proses hukum. Di sisi lain, status masuk yang dipegangnya di AS saat ini merupakan izin tinggal kemantuan yang pada umumnya hanya berlaku selama satu tahun.

3. Rubio bertemu Vieira bahas hubungan diplomatik di G20

ilustrasi ruang konferensi (pexels.com/Jan van der Wolf)

Upaya menjaga stabilitas hubungan kedua negara tetap berjalan di jalur diplomasi resmi. Dilansir The Hindu, Menteri Luar Negeri Brasil Mauro Vieira mengadakan pertemuan bilateral dengan Rubio di sela-sela agenda pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di Atlanta.

Kedua diplomat tersebut juga dijadwalkan bertemu kembali pada forum Menteri Luar Negeri G7 di Prancis bulan depan, di mana Brasil hadir sebagai pengamat. Rubio menegaskan bahwa dirinya tidak terlibat langsung dalam skenario apa pun yang memicu kepergian Flavio dari tanah airnya pada awal pekan ini.

Seorang pejabat AS mengungkapkan bahwa Trump sejatinya tidak memiliki agenda untuk menyokong ambisi politik Flavio yang terus mengklaim dirinya sebagai pemimpin sah Brasil. Kedutaan Brasil di Washington sendiri memilih tidak memberikan komentar atas dinamika yang terjadi.

Latar belakang politik keluarga Flavio pun tak lepas dari sorotan, di mana ayahnya, mantan Presiden berhaluan kanan jauh Jair Bolsonaro, kini harus mendekam di penjara akibat keterlibatannya dalam rencana kudeta usai kalah pemilu pada 2022. Rekam jejak konflik politik ini melengkapi sejarah panjang rivalitas mereka dengan Lula, yang juga pernah dipenjara selama 17 bulan pada periode 2018-2019 atas tuduhan korupsi sebelum akhirnya vonis tersebut dibatalkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article