ilustrasi pemadam kebakaran memadamkan api (pixabay.com/fish96)
Beberapa jam sebelum penembakan terhadap bus, media pemerintah melaporkan adanya ledakan pada pipa gas di Ghouta Timur, dekat Damaskus, yang tak jauh dari salah satu pembangkit listrik utama negara itu. Ledakan tersebut terjadi 2 hari setelah pipa gas lainnya disabotase di wilayah timur Suriah.
Perusahaan Listrik Suriah mengatakan bahwa pembangkit listrik Deir Ali, al-Nasiriyah dan Tishreen berhenti beroperasi akibat pasokan gas yang tidak mencukupi pascaledakan. Kebakaran juga sempat terjadi di pembangkit listrik Tishreen usai insiden tersebut.
Menteri Energi Mohammed al-Bashir, pada Rabu malam, mengatakan bahwa api telah berhasil dikendalikan dan tim pertahanan sipil sedang melakukan proses pendinginan.
“Penyebab ledakan di pembangkit listrik Tishreen masih belum jelas. Ledakan tersebut bisa disebabkan oleh kerusakan teknis, serangan, atau sabotase. Tim khusus akan memeriksa lokasi setelah proses pendinginan selesai untuk menentukan penyebab pastinya," jelasnya.