Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kelompok Bersenjata Tembaki Bus di Suriah, 7 Orang Tewas

2 min read
Kelompok Bersenjata Tembaki Bus di Suriah, 7 Orang Tewas
ilustrasi orang melepaskan tembakan (unsplash.com/Tsvetoslav Hristov)
  • Pria bersenjata menembaki bus sipil pengangkut karyawan di jembatan Masyaf, Homs, pada 30 September 2026, menewaskan sedikitnya tujuh orang dan melukai empat lainnya.
  • Aparat keamanan Homs menyelidiki serangan serta memburu pelaku yang belum teridentifikasi; seluruh korban dilaporkan berasal dari minoritas Alawit.
  • Ledakan pipa gas di Ghouta Timur mengganggu pasokan ke tiga pembangkit listrik, sementara penyebab insiden di pembangkit Tishreen masih diperiksa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Sejumlah pria bersenjata menembaki sebuah bus di Suriah barat pada Rabu (30/9/2026). Sedikitnya tujuh orang dilaporkan tewas dan empat lainnya terluka.

Kantor berita Sana melaporkan bahwa bus tersebut diserang saat melintasi jembatan Masyaf di provinsi Homs. Aparat keamanan telah meluncurkan penyelidikan untuk memburu para pelaku yang hingga kini belum teridentifikasi.

  1. 1. Bus tersebut mengangkut para karyawan perusahaan

    ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)
    ilustrasi penembakan (unsplash.com/Max Kleinen)

    Dilansir Al Jazeera, Brigadir Jenderal Bassem Muhammad Shaaban, kepala keamanan internal Homs, mengatakan bahwa bus tersebut merupakan kendaraan sipil yang sedang membawa karyawan perusahaan pulang dari tempat kerja. Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut.

    "Kami memandang serangan pengecut ini sebagai upaya untuk merusak keamanan dan stabilitas Provinsi Homs. Kejahatan ini tidak akan dibiarkan tanpa hukuman. Aparat keamanan internal akan terus memburu para pelaku hingga mereka ditangkap dan dihadapkan ke pengadilan untuk menerima hukuman yang setimpal," ujarnya.

  2. 2. Korban disebut berasal dari kelompok minoritas Alawit

    warga Suriah yang merayakan jatuhnya rezim Bashar al-Assad (unsplash.com/Shvan Harki)
    warga Suriah yang merayakan jatuhnya rezim Bashar al-Assad (unsplash.com/Shvan Harki)

    Dilansir The New Arab, pemantau hak asasi manusia mengatakan bahwa seluruh korban berasal dari kelompok minoritas Alawit. Kelompok tersebut telah mengalami berbagai serangan sebelumnya, termasuk pembantaian di wilayah pesisir Suriah pada 2025 yang menewaskan lebih dari 1.400 orang.

    Otoritas Suriah menghadapi tantangan keamanan serius sejak jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir 2024. Meskipun pihak berwenang mengatakan telah menggagalkan sejumlah rencana serangan dan aktivitas kelompok bersenjata, penembakan dan ledakan mematikan masih terjadi di ibu kota, Damaskus, dan sejumlah wilayah lainnya.

  3. 3. Ledakan juga terjadi pada pipa gas dekat Damaskus

    ilustrasi pemadam kebakaran memadamkan api (pixabay.com/fish96)
    ilustrasi pemadam kebakaran memadamkan api (pixabay.com/fish96)

    Beberapa jam sebelum penembakan terhadap bus, media pemerintah melaporkan adanya ledakan pada pipa gas di Ghouta Timur, dekat Damaskus, yang tak jauh dari salah satu pembangkit listrik utama negara itu. Ledakan tersebut terjadi 2 hari setelah pipa gas lainnya disabotase di wilayah timur Suriah.

    Perusahaan Listrik Suriah mengatakan bahwa pembangkit listrik Deir Ali, al-Nasiriyah dan Tishreen berhenti beroperasi akibat pasokan gas yang tidak mencukupi pascaledakan. Kebakaran juga sempat terjadi di pembangkit listrik Tishreen usai insiden tersebut.

    Menteri Energi Mohammed al-Bashir, pada Rabu malam, mengatakan bahwa api telah berhasil dikendalikan dan tim pertahanan sipil sedang melakukan proses pendinginan.

    “Penyebab ledakan di pembangkit listrik Tishreen masih belum jelas. Ledakan tersebut bisa disebabkan oleh kerusakan teknis, serangan, atau sabotase. Tim khusus akan memeriksa lokasi setelah proses pendinginan selesai untuk menentukan penyebab pastinya," jelasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More