Komandan IRGC tadi bernama Brigadir Jenderal Hossein Zarifi. Zarifi menjabat sebagai Komandan Markas Operasional Shahid Sajjad IRGC di Saravan, Provinsi Sistan dan Balochistan, sebuah wilayah yang ada di perbatasan Iran dan Pakistan. Ia tewas dalam perang yang terjadi di wilayah tersebut.
Komandan Senior IRGC Tewas dalam Perang di Perbatasan Iran-Pakistan

- Brigadir Jenderal Hossein Zarifi, Komandan Markas Operasional Shahid Sajjad IRGC di Saravan, tewas dalam bentrokan dengan milisi pemberontak di perbatasan Iran-Pakistan pada 23 September 2026.
- IRGC menyatakan lima anggota milisi yang disebut teroris turut tewas dan beberapa lainnya ditangkap; identitas kelompok tersebut masih diselidiki aparat Iran.
- IRGC memuji pengabdian Zarifi, menjadwalkan pemakamannya di Saravan, serta menegaskan operasi pengamanan perbatasan tetap berjalan di tengah konflik berulang di Sistan dan Balochistan.
1. Lima anggota milisi pemberontak juga ikut tewas

ilustrasi kelompok pemberontak (pexels.com/cottonbro studio) Hingga saat ini, identitas milisi pemberontak yang terlibat bentrokan dengan IRGC tadi belum diketahui. IRGC hanya menyebut mereka sebagai teroris. Kendati demikian, IRGC mengatakan akan melakukan investigasi untuk mengungkap siapa saja yang menjadi anggota dalam kelompok tersebut.
IRGC mengatakan, lima orang anggota milisi pemberontak tadi juga tewas saat bertukar serangan dengan mereka. Sementara itu, beberapa lainnya berhasil diringkus. Mereka saat ini sudah dibawa ke aparat berwenang untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
2. IRGC memuji pengabdian Zarifi

ilustrasi pasukan IRGC (unsplash.com/Fabien Maurin) Kematian Zarifi ini langsung direspons oleh IRGC. Dalam pernyataannya, IRGC memuji Zarifi sebagai prajurit yang tangguh. IRGC juga menghargai Zarifi yang sudah lama mengabdikan dirinya kepada mereka. Oleh karena itu, organisasi militer tersebut mengatakan tewasnya Zarifi dalam bentrokan di Saravan menjadi pukulan berat bagi mereka. Zarifi sendiri akan segera dimakamkan di Saravan pada Jumat (25/9/2026).
Dilansir Jerusalem Post, IRGC menjelaskan, kematian Zarifi tidak akan membuat pasukan yang dipimpinnya vakum atau tidak aktif. Oleh karena itu, operasi Markas Operasional Shahid Sajjad IRGC di Saravan tetap akan berjalan seperti biasa untuk mengamankan wilayah perbatasan antara Iran dan Pakistan.
3. Bentrokan di Provinsi Sistan dan Balochistan juga terjadi beberapa pekan lalu

ilustrasi perang (unsplash.com/Saifee Art) Secara administratif, Provinsi Sistan dan Balochistan termasuk salah satu wilayah Iran. Provinsi ini berbatasan langsung dengan Pakistan dan Afghanistan. Mayoritas penduduk di sana menganut kepercayaan Islam Sunni. Sebagian besar dari mereka merupakan anggota kelompok separatis Balochistan yang ingin memisahkan diri dari Pemerintah Iran.
Provinsi Sistan dan Balochistan dihuni oleh banyak milisi separatis. Mereka semua kerap melakukan serangan terhadap angkatan bersenjata Iran yang bertugas di sana. Pada 12 September lalu, misalnya, kelompok pemberontak di sana terlibat perang dengan IRGC. Ketika itu, IRGC melakukan operasi militer bersama Kementerian Intelijen dan para penegak hukum Iran untuk menyerang mereka.
Dalam operasi tersebut, IRGC berhasil menewaskan empat anggota milisi pemberontak. Selain itu, mereka juga berhasil menemukan banyak persediaan senjata yang digunakan milisi tersebut untuk melakukan serangan dan teror.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















